Petani Jagung Gigit Jari Kali Ini

Petani Jagung Gigit Jari Kali Ini
Lahan tanam jagung mengering. Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com, JEMBER - Kemarau yang melanda dua bulan terakhir cukup meresahkan kalangan petani jagung di Jember, Jawa Timur.

Tanaman jagung dan hortikultura mayoritas mengalami kerusakan akibat tidak adanya pasokan air saat proses pemupukan berlangsung.

Air sangat dibutuhkan petani agar pupuk yang ditebar bisa diserap tanaman.

Namun, yang terjadi, air sulit didapatkan sehingga tanah lahan mengering, bahkan retak-retak.

Kondisi ini membuat pertumbuhan tanaman tidak sempurna, seperti banyaknya tanaman yang kerdil, bahkan mati.

Tanaman yang masih hidup mayoritas terserang ulat. ini akibat tidak adanya asupan pupuk pada tanaman.

Dengan kondisi ini, produksi jagung merosot, lahan satu hektar dalam kondisi normal biasanya memperoleh 10-12 ton.

"Namun, akibat kesulitan air petani hanya bisa panen 6-7 ton jagung gelondong," ujar Jumantoro, Ketua Gapoktan.

Petani jagung tak bisa panen kali ini

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News