Petani Karet Makin Terpuruk

Petani Karet Makin Terpuruk
Petani Karet Makin Terpuruk
Kondisi paling miris bagi petani karet yang selama ini mengambil upah (membagi dua,red) di kebun karet milik orang lain. Dengan harga karet Rp 3000/Kg, para pengambil upah hanya kebagian Rp 1500/Kg, nilai tersebut sangat tidak sebanding dengan pekerjaan yang dilakukan dan hasil yang diperoleh dari pekerjaan tersebut.

“Tak semua petani karet di Bengkalis dan Bantan ini menakik atau mengelola kebun karet mereka sendiri, sebagian mereka mengambil upah di kebun milik orang lain. Bisa dibayangkan kalau mereka hanya mendapat Rp 1500/Kg, cukup untuk apa nilai segitu. Apalagi, harga-harga kebutuhan pokok terus melambung,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Rahmah (60) warga Kembung Luar sejak beberapa hari lalu sibuk mengutip buah pinang sekiling rumahnya yang mulai berjatuhan. Hasil buah pinang tersebut biasanya cukup untuk membeli bumbu dapur rumahnya.

“Kalau hanya berharap dari kebun karet tua empat jalur yang ditoreh orang, rasanya tidaklah cukup. Makanya sejak beberapa hari lalu saya mengumpulkan buah pinang yang masak dan mulai jatuh. Walau jumlahnya tidak seberapa, tapi cukuplah buat beli garam dapur,” katanya.

BENGKALIS--Nasib ribuan petani karet di Bengkalis semakin terpuruk, menyusul jebloknya harga jaret sejak sebulan terakhir. Jika awal Lebaran lalu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News