Petinggi Pertamina Dicopot, Deddy Sitorus Kritik Pernyataan Luhut Panjaitan dan Perang Kepentingan di BUMN

Petinggi Pertamina Dicopot, Deddy Sitorus Kritik Pernyataan Luhut Panjaitan dan Perang Kepentingan di BUMN
Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus. Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI menyesalkan pernyataan Menko Marves Luhut Panjaitan di depan publik terkait pencopotan petinggi Pertamina. Menurut Deddy, pernyataan itu tidak etis dan menimbulkan banyak pertanyaan publik.

“Menurut saya apa yang disampaikan oleh Pak Luhut itu sangat tidak etis dan menimbulkan kasak kusuk publik dan internal BUMN,” kata Deddy, melalui rilis tertulis kepada media, Rabu (10/3).

Deddy meyakini bahwa masalah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bukanlah alasan utama pencopotan petinggi dimaksud. Karena sepengetahuannya, ada banyak pihak yang memang kurang menyukai yang bersangkutan secara pribadi maupun kepentingan yang tidak terakomodasi.

Jika soal TKDN yang dimaksud, menurut Deddy, sudah dibahas bersama Komisi VI DPR beberapa waktu lalu dan diyakini sudah tercapai sesuai penugasan pemerintah.

“Coba Pak Luhut cek deh, apakah yang dia persoalkan itu sudah terakomodir atau belum,” kata Deddy.

Lebih jauh Deddy berharap agar soal TKDN ini jangan justru memberatkan investasi, karena banyak pemburu rente yang bermain di samping produk dalam negeri yang in-efisien sehingga harganya menjadi terlalu mahal dan merugikan BUMN.

“Saya termasuk Wakil Rakyat yang selalu menekankan perlunya TKDN dalam investasi pemerintah,” tutur Deddy.

“Tetapi bukan berarti boleh merugikan BUMN dan memelihara inefisiensi industri manufaktur kita, apalagi memberi ruang kepada para pemburu rente,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Utara tersebut.

Terkait pencopotan pejabat Pertamina yang disunggung Luhut Panjaitan, Deddy menyebutnya sebagai bukti kuatnya intervensi dalam tubuh BUMN.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News