PHRI Beri Bocoran Tren Makanan yang Bakal Meledak, Ternyata

PHRI Beri Bocoran Tren Makanan yang Bakal Meledak, Ternyata
Ketua Pelatihan Sumber Daya Manusia pada Perhimpuanan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Alexander Nayoan membeberkan tren makanan terkini. Foto: EU Agrifood Indonesia

Degan juga mengatakan diskusi atas kualitas bahan makanan Uni Eropa di saat ini juga sangat dibutuhkan.

"Saling membagikan bagaimana kita semua dapat menikmati bahan-bahan dari Eropa dan menjadi kreatif dengannya, baik untuk melengkapi masakan favorit kita, dinikmati sendiri secara langsung, atau sebagai bagian dari resep ala Eropa maupun lokal," kata dia.

Kepala Seksi Perdagangan dan Ekonomi pada Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Marika Jakas menyebut Uni Eropa dan Indonesia telah memperdalam hubungan dalam beberapa tahun terakhir ini serta berkomitmen untuk lebih meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi.

Oleh karena itu, menurut dia Uni Eropa akan menghadirkan produk makanan dan minuman terbaiknya untuk komunitas makanan Indonesia.

"Mulai dari importir, penyalur, pengecer, pemilik, dan pelaku usaha hotel, restoran dan cafe, blogger kuliner dan juga para chef untuk dapat menikmati keunggulan cita rasa pada rangkaian kampanye yang akan berlangsung pada masa 12 bulan ini," katanya.

Pada saat Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia (EU-Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement - CEPA) berlaku efektif, kesepakatan ini akan menghadirkan dorongan kuat pada perdagangan bilateral dan arus investasi.

Marika mengatakan masyarakat Eropa menjalankan budidaya serta menghasilkan makanan bukanlah menjalankan bisnis semata.

Ada semangat yang kuat, standar yang diterapkan, serta warisan budaya kuliner yang diapresiasi.

Ketua Pelatihan Sumber Daya Manusia pada Perhimpuanan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Alexander Nayoan menilai tren makanan terkini didominasi oleh pangan organik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News