Pidato Politik AHY Menjadi Antitesis Partai NasDem

Oleh: Direktur Pusat Studi Islam dan Demokrasi (PSID) Nazar El Mahfudzi

Pidato Politik AHY Menjadi Antitesis Partai NasDem
Dokumentasi - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Kamis (23/6). Nazar menilai pidato politik AHY menjadi antitesis Partai NasDem. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politik mengenai posisi partai tersebut terhadap sejumlah isu.

Mulai dari utang pemerintah yang terus melonjak hingga mengkritik program pemerintah terkait food estate, di lapangan Tenis Indoor, Senayan, Jakarta, Selasa (14/3).

Hal ini mempertegas posisi dan sikap politik dalam memberikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai kandidat presiden, mengambil celah simpatik pendukung oposisi pemerintah untuk mendapatkan peluang menjadi kandidat wakil presiden.

Namun, sikap politik Partai Demokrat tersebut menurut saya justru menjadi antitesis massa pendukung Nasdem dalam koalisi pemerintahan Jokowi, dimana pada Februari juga Surya Paloh mengadakan pertemuan dengan Golkar, menegaskan masih sejalan dengan pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Keberadaan Partai NasDem sampai saat ini masih bagian yang tidak terlepaskan dari maju mundurnya jalan administrasi pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Maruf Amin," kata Surya seusai pertemuan dengan Golkar, Rabu, 1 Februari 2023.

Pernyataan Surya sepertinya menegaskan elektabilitas Partai NasDem merosot setelah mendukung Anies Baswedan.

Karena isu-isu yang tidak sejalan dengan loyalis dan sukarelawan Anies Baswedan.

Sementara itu, AHY malah mengkritik program pemerintah untuk menaikkan elektabilitas partainya.

Direktur Pusat Studi Islam dan Demokrasi (PSID) Nazar El Mahfudzi menilai pidato politik AHY menjadi antitesis Partai NasDem.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News