JPNN.com

Pidi Baiq Ungkap Alasan Tak Ikut Demo di Era Reformasi

Jumat, 02 Agustus 2019 – 19:59 WIB Pidi Baiq Ungkap Alasan Tak Ikut Demo di Era Reformasi - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Penulis buku sekaligus sutradara Pidi Baiq memang menceritakan kisah hidupnya saat menjadi mahasiswa di era 90-an lewat film Koboy Kampus. Saat ia masih kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) bersamaan dengan reformasi.

Film hasil kerja sama MNC Pictures dan 69 Production itu bercerita tentang sekelompok mahasiswa era 90-an yang beraktivitas lain, selain mengikuti jadwal perkuliahan. Meski begitu, tidak mengurangi kreativitas mereka dalam berkarya. Bahkan kemudian tercetus pembentukan The Panasdalam bank yang kemudian dijadikan negara fiktif.

Hal tersebut sebagai bentuk protes para mahasiswa di ITB saat itu terhadap pemerintahan orde baru. Pidi Baiq sebagai salah satu penggagas The Panasdalam dan teman-temannya lebih memilih untuk mengkritisi pemerintah melalui ide-ide konyol, daripada turun ke jalan untuk berdemo. Sebab, ia merasa jiwa seninya lebih banyak berkembang.

BACA JUGA: Cerita Jason Ranti Perankan Pidi Baiq di Film Koboy Kampus

Pria yang karib disapa ayah itu pun meminta para pemain Koboy Kampus yang tidak pernah melalui era 90-an sebagai mahasiswa untuk melakukan riset mendalam agar pesan yang disampikan bisa lebih terasa.

“Hal pertama yang aku lakukan adalah survei langsung ke lokasi syuting. Aku juga sempat ngobrol dengan mahasiswa era 90-an untuk mengetahui apa saja keresahan yang dirasakan mereka selama orde baru,” kata Bisma Karisma di Jakarta, baru-baru ini.

BACA JUGA: Cerita Pidi Baiq di Balik Film Koboy Kampus

Tak berbeda dengan Christina. Dia juga melakukan riset mendalam mengenai fashion yang digunakan mahasiswi di era 90-an.

"Aku melakukan riset seperti gaya busananya, rambutnya, perilaku, tren saat itu apa seperti gelang tali. Bahkan, model sepatunya pun juga. Biar tampilannya seperti mahasiswi era 90-an," terang Christi.

"Saya ngecek di google dan YouTube, artikel dan video tentang mahasiswa di tahun 90-an. Dari gaya mereka melalui video-video amatir itu saya tahu tentang bagaimana mereka beraktivitas," sambung David John. (mg7/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...