PII: Kolaborasi Insinyur dan Dokter Dapat Mempercepat Penanggulangan Pandemi

PII: Kolaborasi Insinyur dan Dokter Dapat Mempercepat Penanggulangan Pandemi
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto berbicara dalam webinar bertema Transformasi Peran Insinyur untuk Percepatan Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi Nasional di Jakarta, Jumat (18/6). Foto: dok pribadi for JPNN

"Kami juga sudah melakukan riset dan pengembangan masker kain hibrida dalam negeri, dengan efisiensi filtrasi setara dgn masker N95. Melaksanakan pemasangan teknologi sterilisasi udara dan permukaan, di fasilitasi transportasi umum seperti TransJakarta, MRT dan KCI menggunakan teknologi Ozone Nanomist," ujarnya.

Heru Dewanto mengakui, tidak mudah untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Target ideal menurutnya, adalah meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) alkes, sebesar lima persen setiap tahunnya.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng Mohammad Faqih, dalam kesempatan yang sama, mengatakan bahwa IDI berkomitmen membantu menanggulangi ketergantungan indonesia terhadap alkes luar negeri.

Kata dia, alkes hasil inovasi anak negeri terkadang tidak begitu dibutuhkan oleh rumah sakit. Sehingga tingkat penyerapannya rendah. Selain itu, alkes hasil inovasi anak negeri juga memiliki permasalahan di bidang standarisasi, dan harganya tidak bersaing.

"Kami akan membantu mendampingi, kira-kira alat kedokteran seperti apa yang dibutuhkan," terangnya. (dil/jpnn)

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto mengatakan, pandemi Covid-19 telah membuka mata semua pihak bahwa Indonesia masih ketergantungan alat kesehatan dari luar negeri


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News