Pinggang Langsing

Oleh: Dahlan Iskan

Pinggang Langsing
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Sebagian besar masih harus lewat pihak ketiga. Keluhan petani sarang burung sangat banyak. Sejak empat bulan lalu pun saya sudah dititipi pesan itu oleh mereka.

Baca Juga:

Demikian juga porang. Sejak pandemi dua tahun lalu harga umbi porang terjun bebas. Dari Rp 7.500/kg tinggal Rp 4.000.

Belakangan harga itu memang mulai sedikit naik lagi. Menjadi Rp 4.500/kg.

"Tiongkok sudah mulai membeli porang lagi. Belum banyak tapi sudah mulai naik," ujar Johan Sudjatmiko, eksportir porang dari Sidoarjo, Jatim.

Ia juga punya pabrik porang. Ia memproduksi tepung porang, beras porang, dan mi porang. Yang di Jepang disebut shirataki yang mahal itu.

Tentu petani porang sangat menunggu hasil pembicaraan Presiden Jokowi di Tiongkok. Biasanya kalau Presiden Indonesia yang minta, Tiongkok akan mengabulkannya.

Porang kini sudah melanda Indonesia. Di mana-mana petani menanam porang. Covid menenggelamkannya.

Tenggelam benar juga tidak. Biaya menanam porang itu tidak mahal. Pemupukannya juga tidak seperti padi dan atau jagung.

Saya bisa membayangkan betapa banyak agenda Presiden Jokowi di Beijing, apalagi soal kecil seperti sarang burung dan porang sempat dibicarakan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News