PKS: Vaksin Berbayar Rawan Penyimpangan, Hati-Hati!

PKS: Vaksin Berbayar Rawan Penyimpangan, Hati-Hati!
Politikus PKS Mulyanto menilai kebijakan vaksin berbayar rawan penyimpangan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Menurutnya, alasan pemerintah ingin melaksanakan vaksin berbayar untuk mempercepat proses herd immunity juga kurang tepat.

Hal itu karena vaksinasi berbayar ini justru berpotensi menurunkan minat masyarakat untuk vaksin.

Tidak menutup kemungkinan bila vaksinasi berbayar ini jadi dilaksanakan maka layanan vaksinasi gratis akan berkurang.

Hal itu berpotensi memaksa masyarakat ikut vaksin berbayar.

Padahal saat ini Indonesia perlu menambah jumlah cakupan vaksinasi. Karena rasio vaksinasi kita masih jauh dari standar WHO.

"Kalau kondisi ini sampai terjadi saya khawatir vaksinasi bukan jadi cepat malah semakin lambat," kata Mulyanto.

Berdasarkan info harian dari Our World in Data persentase penduduk Indonesia yang sudah divaksin sebesar 21 persen.

Kemudian, 9,4 persen di antaranya sudah mendapat vaksin "lengkap" sementara 12 persen sisanya baru mendapat vaksin dosis pertama.

Politikus PKS Mulyanto menilai kebijakan vaksin berbayar rawan penyimpangan. Pasalnya cakupan vaksin gratis masih rendah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News