PLN Butuh Rp 70 Tiliun

PLN Butuh Rp 70 Tiliun
PLN Butuh Rp 70 Tiliun
Di tempat yang sama, Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia (BNI) menyatakan berkomitmen untuk mendanai proyek PLN. "Secara umum Mandiri mempunyai plafon kredit 2011 hingga Rp 50 triliun. Mandiri siap membiayai infrastruktur kelistrikan bagi PLN," kata Direktur Utama Mandiri Zulkifli Zaini.

Mandiri, ujar Zulkifli Zaini, bisa saja mendanai seluruh proyek PLN namun harus dilihat Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yang dimiliki pihaknya. "Mandiri mempunyai BMPK bagi satu perusahaan hingga Rp 12 triliun maka  diperlukan kredit sindikasi untuk membantu mendanai PLN," tukasnya.

Gatot Suwondo, Direktur Utama BNI juga menegaskan siap mengucurkan pinjaman pembiayaan proyek PLN. "Kita telah mengucurkan Rp 10-Rp 15 triliun dalam waktu 4 tahun terakhir. Kita terus menunjukkan komitmennya dan siap membantu kelistrikan," ujarnya.

Dahlan menambahkan, pihaknya tengah bekerja keras merampungkan penyambungan satu hari satu juta sambungan. Semula penyambungan ditarget selesai Juni 2011, namun gara-gara tak tersedianya trafo-meteran dalam jumlah besar, target terpaksa molor hingga Juli. "Kita targetkan dalam dua bulan sudah tidak ada antrean. Harusnya cepat, namun pabrik meteran dalam negeri tak sanggup sediakan cepat. Bisa saja kalau cepat, meterannya impor. Tapi masak itu saja impor," lanjutnya.

JAKARTA - PT PLN (Persero) membutuhkan investasi ketenagalistrikan sebesar Rp 70 triliun per tahun. Dana investasi sebesar itu untuk  membangun

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News