PMI Bermasalah di Yordania Dibekali Keterampilan Kerja

PMI Bermasalah di Yordania Dibekali Keterampilan Kerja
Beberapa pekerja migran ikut menampilkan tari “Ondel-Ondel” asal Betawi dalam acara “Indonesian Cultural & Education Night” di Hotel Le Grand, Amman (26/3).

Penampungan Griya Singgah KBRI Amman difungsikan untuk menampung para WNI/BHI yang sedang menghadapi masalah dilengkapi lebih dari 40 tempat tidur dan 100 loker. Saat ini terdapat 14 orang PMI yang berada di sana.

Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) KBRI Amman Suseno Hadi menambahkan, dari waktu ke waktu jumlah penghuni penampungan KBRI Amman berfluktuasi, tergantung dari kasus-kasus yang ditangani.

“Kami berupaya mempercepat penyelesaian kasus-kasus PMI agar dapat segera pulang ke tanah air. Namun secara keseluruhan jumlah penghuni shelter pun ikut menurun sejalan dengan telah dilakukannya moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia sektor informal ke Timur Tengah di tahun 2015, “kata Atnaker Suseno. 

Untuk jumlah kasus PMI di Yordania sendiri dari waktu ke waktu berangsur berkurang secara drastis. Tahun 2016 terdapat sejumlah 418 kasus, namun di tahun 2017 jumlahnya turun lebih dari 50 persen tersisa sekitar 187 kasus.

“Menurunnya jumlah kasus PMI yang tertangani oleh KBRI bukan berarti tidak ada masalah lagi. Karena menurut data Menteri Perburuhan Yordania di tahun 2017 masih tercatat 2.300 PMI yang tergolong tidak mengikuti prosedur. Dengan demikian masih diperlukan upaya serius untuk menyelesaikan permasalahan ini," tandasnya.(jpnn)


Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah di Amman, Yordania, mendapat pelatihan keterampilan kerja.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News