Pokoknya Ini Harus Dibereskan

Pokoknya Ini Harus Dibereskan
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - TRAGEDI AirAsia QZ8051 tujuan Surabaya-Singapura di Selat Karimata pada Minggu (28/12) merembet ke persoalan lain.

 

Ini lantaran AirAsia terbang di luar jadwal yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Ignasius Jonan pun jadi sorotan, sebagian mengecam. Ini lantaran masalah izin rute penerbangan menjadi tanggung jawabnya sebagai menteri perhubungan.

Mantan Dirut PT KAI itu sudah melakukan tindakan awal, meminta pihak-pihak terkait seperti AirAsia, Angkasa Pura (AP) I dan Perum AirNav untuk langsung memutasi maupun menonaktifkan pejabat yang terlibat, berdasar hasil investigasi.

Lalu bagaimana bisa jadwal terbang dari Kemenhub berbeda dengan yang di lapangan? Langkah-langkah apa saja yang ia lakukan agar kejadian serupa tak terulang lagi. Berikut petikan wawancara reporter JPNN, Yessy Artada dengan Ignasius Jonan di kantornya, Selasa (6/1) malam.


Kenapa AirAsia bisa terbang di hari Minggu, di luar jadwal yang ditentukan?

Ini sedang diselidiki lebih lanjut oleh kami. Yang pasti Pak Tony (CEO AirAsia) sudah ngaku salah. Tony Fernandes saya kirimi email, dia sudah mengaku salah, sudah itu cukup. Dia ngaku sama saya (rute Surabaya-Singapura hari Minggu) nggak ada izin rutenya.

Lalu tanggapan Tony?

TRAGEDI AirAsia QZ8051 tujuan Surabaya-Singapura di Selat Karimata pada Minggu (28/12) merembet ke persoalan lain.   Ini lantaran AirAsia terbang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News