Polda Riau Sampai Kerahkan 2 Kapal Polairud

Polda Riau Sampai Kerahkan 2 Kapal Polairud
Polda Riau mengirimkan bantuan dua kapal BKO Polairud dari Dumai dan Pekanbaru ke Bagansiapiapi untuk mengatasi kapal penangkap ikan yang menggunakan alat-alat ilegal seperti pukat harimau. (Antara/HO-Humas Polda Riau).

jpnn.com, PEKANBARU - Polda Riau tidak main-main menghadapi maraknya penangkapan ikan menggunakan alat-alat ilegal seperti pukat harimau di perairan Bagansiapiapi.

Polda Riau mengerahkan dua unit BKO (bawah kendali operasi) kapal bantuan Polairud dari Dumai dan Pekanbaru.

"Polda Riau mengerahkan dua unit kapal Polairud untuk menyokong Satpolairud Rohil dalam pengamanan di perairan Bagansiapiapi."

"Sebab masyarakat ini terkendala dengan masih banyaknya kapal kapal yang dari luar dan kemudian melakukan penangkapan dengan menggunakan jaring yang tidak sesuai aturan," ujar ujar Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, dalam keterangannya, Rabu (13/10).

Menurut Irjen Agung, pengerahan kapal Polairud dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan nelayan di wilayah tersebut.

Mereka sebelumnya menyatakan banyak kapal ikan dari luar Bagansiapiapi bahkan dari Malaysia yang menangkap ikan dengan menggunakan alat-alat tangkap yang dilarang dan merusak ekosistem di perairan Bagansiapiapi.

Dia pun berharap dengan pengerahan dua unit kapal BKO itu maka pengawasan di wilayah perairan Bagansiapiapi dapat dilaksanakan lebih maksimal lagi, juga menjaga para nelayan agar dapat mencari ikan dengan rasa aman dan nyaman.

"Menjadi perhatian kami untuk menyelesaikan bersama KKP dan stakeholder (pemangku kepentingan) yang lain."

Genting, Polda Riau sampai mengerahkan dua kapal Polairud bantuan dari Dumai dan Pekanbaru ke wilayah ini.

Sumber ANTARA