Polisi Bergerak, Bandit Jalanan Langsung Disikat, 1 Orang Kini Terduduk di Kursi Roda

Polisi Bergerak, Bandit Jalanan Langsung Disikat, 1 Orang Kini Terduduk di Kursi Roda
Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi saat menginterogasi seorang berandalan. Foto: jambi-independent

jpnn.com, JAMBI - Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi buka suara terkait maraknya aksi para remaja yang kerap melakukan tindak kriminal dan bertindak sadis di jalanan.

Dia mengatakan motif para remaja ini ternyata didasarkan pada keinginan untuk merampas uang dan barang berharga milik korbannya.

"Motif utamanya adalah faktor ekonomi, mereka melakukan penyerangan dan perampasan karena butuh uang untuk foya-foya dan membeli minuman keras dan rokok, sebelum kembali menjalankan aksinya," ujar Kombes Eko, Senin (25/10).

Selain itu, maraknya penyerangan oleh berandalan jalanan ini salah satunya karena mereka belajar daring selama masa PPKM ini.

"Mereka jadi lebih banyak nongkrong di luar rumah sehingga kurang terawasi oleh orang tua atau keluarganya," jelasnya.

Baru-baru ini, Tim Tekab Rang Kayo Hitam Satreskrim Polresta Jambi menangkap sepuluh berandalan jalanan yang beraksi di Perumahan Villakenali, Kelurahan Mayangmangurai dan di daerah Kelurahan Beliung.

Bahkan, seorang di antaranya terpaksa ditembak karena berusaha kabur dan menyerang polisi saat akan ditangkap.

Mereka yang diamankan ini, semuanya berdomisili di Kota Jambi. Mereka terbagi menjadi dua kelompok, pertama di Mayang Kedua di Flamboyan Broni.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi buka suara terkait maraknya aksi para remaja yang kerap melakukan tindak kriminal dan bertindak sadis di jalanan.