Polisi Bongkar Dua Jaringan Narkotika asal Malaysia di Lampung, 20 Orang Tersangka Ditangkap

Polisi Bongkar Dua Jaringan Narkotika asal Malaysia di Lampung, 20 Orang Tersangka Ditangkap
Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika (lima dari kiri) beserta jajaran dan pihak terkait sedang menunjukan barang bukti yang berhasil diamankan dari dua jaringan narkotika internasional. Mapolda Lampung, Rabu (6/3/2024). Foto: ANTARA/HO-Polda Lampung

jpnn.com, BANDARLAMPUNG - Polda  Lampung berhasil mengungkap dua jaringan narkotika asal Malaysia yang kerap menjadikan provinsi sebagai jalur untuk melakukan penyelundupan.

"Dua jaringan peredaran narkotika jenis sabu-sabu dari Malaysia dapat kami ungkap, dengan total barang bukti yang disita mencapai 87,5 kilogram narkotika jenis sabu-sabu," kata Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika, di Mapolda Lampung, Rabu.

Kapolda Lampung itu mengatakan bahwa kedua sindikat internasional yang dalam kegiatan menggunakan Lampung sebagai jalur untuk menyelundupkan narkotika ke Jawa tersebut terbongkar dalam dua peristiwa yang berbeda.

"Dari hasil ungkap kasus dari dua sindikat ini, sebanyak 20 orang tersangka yang diamankan dengan total nilai barang bukti yang disita mencapai Rp 131 miliar," kata Helmy.

Direktur Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung, Komisaris Besar (Kombes) Erlin Tangjaya, menjelaskan bahwa pengungkapan pertama sindikat narkotika internasional ini terjadi pada Selasa (5/2) di Pelabuhan Bakauheni.

"Pengungkapan pertama kami berhasil menyita barang bukti dari tersangka sebanyak 52,4 kilogram sabu-sabu yang hendak diselundupkan menggunakan kendaraan pribadi," kata dia.

Dia mengungkapkan bahwa barang haram tersebut disembunyikan oleh para tersangka di dalam lapisan pintu kendaraan yang terdiri dari 43 bungkus besar dan 14 bungkus sedang, tetapi petugas dapat menemukan.

"Dari sindikat pertama, 15 orang ditangkap di wilayah Bogor, Lampung, Jakarta, dan Palembang," kata dia.

Polda Lampung berhasil mengungkap dua jaringan narkotika asal Malaysia yang kerap menjadikan provinsi sebagai jalur untuk melakukan penyelundupan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News