Polisi Dibacok Parang Saat Bertugas, 2 Jari Tangan Nyaris Putus

Polisi Dibacok Parang Saat Bertugas, 2 Jari Tangan Nyaris Putus
Bhabinkamtibmas Aipda Sahrul Ramadan yang dirawat di RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat. ANTARA/HO-Polres Manggarai Barat

jpnn.com, KUPANG - Aipda Sahrul Ramadan, anggota polisi Polres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dibacok warga Desa Golo Pongkor ketika hendak membantu menyelesaikan permasalahan di daerah itu.

Saat ini anggota Bhabinkamtibmas tersebut sudah dirawat di salah satu rumah sakit di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

"Dua jari tangannya hampir putus akibat dibacok oleh pelaku dan saat ini dia sedang dirawat di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo," kata Wakapolres Manggarai Barat Kompol Sepuh Ade Irsyam Siregar dikonfirmasi dari Kupang, Jumat.

Kronologi kejadian pembacokan itu bermula saat Aipda Sahrul menerima laporan dari warga bahwa terjadi pemukulan yang dilakukan oleh seorang bernama Idris (pelaku) terhadap warga.

Sesampainya di rumah kepala desa, terlihat hanya korban. Selanjutnya Aipda Sahrul Ramadan menanyakan keberadaan pelaku yang kemudian dijawab oleh kepala desa dan korban bahwa pelaku masih berada di rumahnya.

Setelah itu, Aipda Sahrul langsung mendatangi rumah pelaku dengan niat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Namun, kedatangannya justru disambut caci maki oleh pelaku yang langsung keluar rumah sambil memegang sebilah parang dan mengayunkan ke arah Aipda Sahrul.

"Aipda Sahrul sempat mengeluarkan senjata api dan melakukan tembakan peringatan sebanyak tiga kali, namun tidak dihiraukan oleh pelaku," ujar Wakapolres.

Tanpa ba-bi-bu, polisi dibacok parang hingga dua jari tangannya nyaris putus. Korban masih dirawat di rumah sakit.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News