Politikus PKS Ini Curiga Pansus Pelindo Mau Sasar JK dan Bu Rinso

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pelindo dari Fraksi Partai keadilan Sejahtera, Refrizal mengaku curiga dengan perkembangan di pansus bentukan DPR itu. Menurutnya, yang berkembang di pansus pimpinan politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka itu bukan semangat untuk membenahi BUMN, tetapi justru ditunggangi oleh partai-partai tertentu untuk menyasar figur tertentu.
Refrizal mengatakan, fraksinya akan tak mau menyasar orang per orang. Misalnya membidik Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri BUMN Rino Soemarno ataupun Dirut PT Pelindo II RJ Lino. “ Kami tak begitu. Kita lurus lurus saja," katanya, Kamis (5/11).
Pernyataan Refrizal itu memang berbeda dengan sikap fraksi-fraksi lain di DPR. Sebelumnya, Fraksi PDI Perjuangan dan Gerindra getol mendorong Pansus Pelindo memanggil JK -sapaan Jusuf Kalla- untuk dimintai keterangan. Bahkan, Fraksi PDIP secara tegas meminta Presiden Joko Widodo mencopot Bu Rinso -sapaan Rini Soemarno- dari posisi menteri BUMN.
Refrizal bahkan menilai pernyataan Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli tentang kejanggalan di Pelindo II juga belum terbukti. “Rizal Ramli belum ada isinya cuma ngomong kosong tak ada data," tegas Refrizal.
Karenanya, kata politikus asal Sumatera Barat itu, FPKS akan tetap konsisten mendorong Pansus Pelindo fokus pada upaya pembenahan BUMN. "Kami bekerja bagaimana kita bikin pansus agar kinerja BUMN tambah baik,” ucapnya.
Bagaimana jika di Pelindo II memang ada korupsi . ”Kalau korupsi ungkap saja," ucapnya.(ara/JPG)
JAKARTA - Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pelindo dari Fraksi Partai keadilan Sejahtera, Refrizal mengaku curiga dengan perkembangan di pansus bentukan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Resmikan Masjid Jakarta Garden City, Gubernur Pramono Berpesan Begini
- Kepala BKN Sebut 1.967 CPNS 2024 yang Mundur Aslinya Tidak Lulus
- BSMI Peringatkan Dunia Internasional, Jalur Gaza Masih Belum Aman
- Kemenag Dorong Transformasi Ekonomi Pesantren Melalui Inkubasi Wakaf Produktif
- Adinkes Dorong Pemanfaatan Dana Desa untuk Penuntasan Stunting
- Biaya Haji Indonesia Lebih Mahal dari Malaysia