Posko Caleg Nasdem yang Dirusak Diduga Kerap Dipakai Pemabuk

Posko Caleg Nasdem yang Dirusak Diduga Kerap Dipakai Pemabuk
Garis polisi tampak terpasang di posko yang dirusak ST. Foto: dari metropolitan

Namun, dia meminta harus diiringi bukti yang kuat. “Jangan main rusak saja, apalagi ada ancaman dengan golok ke orang-orang saya yang suka jaga posko. Kalau memang benar, ya buktikan, saya enggak keberatan kalau memang ada buktinya,” ujarnya.

Wanita yang juga Wakil Ketua Umum DPP Gerakan Wanita (Garnita) Malahayati Partai Nasdem itu juga mengaku sudah mendapat restu dari pemilik tanah yang lahannya digunakan sebagai posko. “Enggak ada masalah, kalau tidak suka silakan bicara saja,” tegasnya.

Soal tindak lanjut dari laporan yang dibuat ke Polresta Bogor Kota, Devie menuturkan pihaknya belum mendapat perkembangan lebih lanjut. Dia pun mempersilahkan pihak kepolisian untuk mencari tahu kebenaran dan pembuktian sebenarnya dari kasus yang terjadi. Termasuk jika memang keterangan yang didapat polisi dari pelaku terbukti.

“Tinggal tunggu pembuktian saja. Intinya kalau itu terbukti dipakai enggak benar, ya tangkap saja, tentu dengan bukti dulu. Itu yang penting. Kalau tidak terbukti? Ya berarti sesuai jalur hukum dan undang-undang yang berlaku juga,” tuturnya.

Sementara itu, Bawaslu masih menelusuri Perusakan Posko Caleg. Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Eliyas mengatakan, informasi awal memang ada perusakan salah satu posko milik caleg Partai Nasdem. Pihaknya pun masih menelusuri siapa pelaku perusakan

“Informasi awal memang ada perusakan tapi siapa yang membuat kami masih telusuri. Memang informasinya ada ancaman pembacokan kepada saksi, tapi perlu ditelusuri dulu apakan ancaman itu karena masalah pribadi atau ada hubungannya dengan politik. Ini yang perlu diperjelasn,” kata Yustinus. (ryn/fin/d/feb/run)

(Baca: Posko Caleg Nasdem Dirusak, Penjaganya Diancam Pakai Golok)

Di depan posko caleg Nasdem yang dirusak itu terdapat makam dari keluarga pelaku perusakan.


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News