Potensi Cangkang Sawit Tak Main-Main, Laris di Pasar Internasional

Potensi Cangkang Sawit Tak Main-Main, Laris di Pasar Internasional
Pelaku usaha Indonesia berhasil membukukan ekspor cangkang sawit ke Jepang dengan nilai mencapai USD 12 juta per tahun. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Potensi transaksi cangkang sawit tak main-main. Pasalnya, pelaku usaha Indonesia berhasil membukukan ekspor cangkang sawit ke Jepang dengan nilai mencapai USD 12 juta per tahun.

Hal itu terungkap dari hasil temu bisnis antara pelaku usaha cangkang sawit Indonesia dan industri biomassa Jepang yang terlaksana di Pekanbaru, Riau.

“Untuk menjaga surplus neraca perdagangan, pemerintah terus berupaya mengembangkan produk dan komoditas berpotensi ekspor dengan permintaan dan nilai jual yang tinggi di pasar global. Salah satu komoditas tersebut adalah cangkang kelapa sawit,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi di Jakarta, Sabtu (27/11).

Didi menyebut pertemuan bisnis tersebut difasilitasi Kementerian Perdagangan bersama Japan External Trade Organization (JETRO) Jakarta dan Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit (APCASI).

Jepang saat ini merupakan pasar terbesar bagi cangkang sawit.

Kemendag memperkirakan Jepang akan terus menjadi pasar utama untuk komoditas tersebut. Hal itu disebabkan oleh kebijakan energi Jepang yang menetapkan 24 persen pemenuhan energi pada 2030 harus berasal dari energi baru dan terbarukan (renewable energy).

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan menyampaikan Kemendag akan terus mendorong peningkatan ekspor cangkang sawit ke Jepang lewat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag bersama Japan External Trade Organization berupaya mempertahankan dan meningkatkan ekspor cangkang sawit ke Jepang. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah melalui kegiatan one-on-one business matching kali ini,” ungkap Marolop.

Pelaku usaha Indonesia berhasil membukukan ekspor cangkang sawit ke Jepang dengan nilai mencapai USD 12 juta per tahun.