Potensi Pasar Serbia Terbuka, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor Produk Pertanian

Potensi Pasar Serbia Terbuka, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor Produk Pertanian
Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto dan rombongan delegasi ODICOFF Belanda-Serbia saat menghadiri Belgrade Fair 15th Ethnic Food and Drink Fair dalam rangkaian kunjungan kerja ke Serbia. Foto: Kementan

jpnn.com, SERBIA - Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto menilai pasar Serbia sangat terbuka bagi produk pertanian Indonesia.

Hal itu diketahui saat Dirjen Prihasto yang memimpin rombongan delegasi ODICOFF Belanda-Serbia melakukan kunjungan kerja ke Serbia, sekaligus menghadiri event Belgrade Fair 15th Ethnic Food and Drink Fair.

"Kami melihat potensi itu sangat besar karena produk segar Indonesia, baik buah, sayuran, kopi, serta produk pertanian lainnya semisal kelapa dan turunannya, permintaannya tinggi," kata Anton, sapaan akrab Dirjen Hortikultura.

Di pameran pertanian yang berlangsung di Serbia itu, Anton dan rombongan juga melihat produk asal negara tersebut sebagai bahan perbandingan.

"Kami melihat banyak produk lokal di sini yang kemasannya modern. Ini yang nanti menjadi informasi bagi pelaku usaha Indonesia yang akan mengekspor produk pertanian," ujarnya.

Sebagai informasi, hubungan diplomasi Indonesia dan Serbia terjalin sejak 1954.

Ekspor Indonesia ke Serbia selama ini didominasi tekstil dan produk pertanian, sedangkan ekspor Serbia ke Indonesia meliputi mesin, amunisi, bahan kimia, dan peralatan kesehatan.

Neraca perdagangan pertanian Indonesia terhadap Serbia pada 2020 mengalami surplus USD 1,6 juta.

Kementan mendorong peningkatan ekspor ke Serbia, ini daftar produk pertanian yang tinggi permintaannya