Potensi Taman Wisata Alam Km 14, Sorong

Potensi Taman Wisata Alam Km 14, Sorong
Air terjun di Taman Wisata Alam (TWA) Km 14, Sorong, Papua Barat. Foto: Radar Sorong/JPNN

TEMPAT wisata di Sorong, Papua Barat, masih sangat terbatas. Untuk mencari tempat rekreasi, selama ini yang menjadi andalan masyarakat Kota Sorong adalah Pantai Tanjung Kasuari (Tangkas).
*****
Saat memasuki Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Km 14, udara sejuk langsung menerpa pori-pori kulit. Dengan dikelilingi pohon-pohon besar yang rimbun, lokasi itu sepintas tidak ubahnya kawasan hutan lain yang hijau. Sesekali suara burung pun terdengar sayup-sayup. Sebagai salah satu kawasan wisata, semuanya masih asli. Belum tampak tanda-tanda upaya menarik pengunjung seperti laiknya tempat wisata lain.

Padahal, TWA di Kelurahan Klablim, Kota Sorong, yang seluas sekitar 945, 9 hektare tersebut memiliki sejuta potensi alam yang sangat menjanjikan. Berdasar data yang dihimpun koran ini dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua Barat, sejak 1981 menteri pertanian menunjuk kawasan hutan itu sebagai tempat wisata.

Selain keindahan alam, di TWA terdapat lokasi camping ground. Pengunjung dapat berkemah, menikmati suasana alam, alunan desir angin yang sejuk, kicauan burung, dan udara segar.

TWA juga dapat dijadikan tempat bird watching karena terdapat spot-spot pengamatan burung. Puluhan jenis burung dapat dijumpai di sana. Antara lain, cacatua galerita triton (kakaktua putih), lorius llory (nuri merah kepala hitam), rhyticeros plicatus (julang papua), ducuta pinon (kumkum), dan probosciger atterimus (kakatua raja). Pengamatan sangat baik sebaiknya dilakukan pada pukul 06.00–09.00 WIT atau pukul 15.00–18.00 WIT.

Ada pula objek wisata di sana yang tidak kalah menariknya. Di TWA terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar lima meter. Dengan debit air yang cukup besar dan jernih, pengunjung dapat menikmati nuansa alam yang nyaman sehingga suasana hati dan pikiran menjadi segar, ringan, dan bersemangat.

Sayangnya, dengan potensi alam yang begitu menarik, TWA ternyata belum dilirik masyarakat sebagai salah satu tempat alternatif berekreasi. Bahkan, pada hari libur TWA tetap sepi. 

Prianto, kepala bidang teknis KSDA pada BBKSDA Papua Barat, mengaku bahwa pengelolaan TWA memang membutuhkan perencanaan. Untuk itu, sejumlah dokumen harus disiapkan. Antara lain, penataan blok, perencanaan pengelolaan, desain tapak, dan investor.

’’Penataan blok TWA Sorong ini masih menunggu persetujuan dari pusat. Desain tapak juga sudah disusun, namun tinggal menunggu persetujuan. Jika sejumlah persyaratan sudah dipenuhi, TWA Sorong dapat mengakomodasi sejumlah permohonan yang masuk dari (investor, Red) yang ingin berinvestasi di sini,’’ jelasnya.

TEMPAT wisata di Sorong, Papua Barat, masih sangat terbatas. Untuk mencari tempat rekreasi, selama ini yang menjadi andalan masyarakat Kota Sorong…