PPATK Telusuri Aliran Dana Saracen dari 11 Rekening

PPATK Telusuri Aliran Dana Saracen dari 11 Rekening
Produsen hoaks yang tergabung dalam sindikat Saracen (berpakaian seragam tahanan warna oranye) di Mabes Polri, Rabu (23/8). Foto: Ilham Wancoko/Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Dittipid Siber Bareskrim Polri mengirim surat ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) minta bantuan untuk menelusuri aliran dana kelompok Saracen.

Itu dilakukan pasca-penyidik menemukan sebelas rekening berkaitan Saracen. Guna memastikan sumber dana penyebar ujaran kebencian dan SARA itu, penyidik melibatkan PPATK.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul menjelaskan, instansinya tengah fokus pada tiga hal. Salah satunya penelusuran sumber dana Saracen melalui sebelas rekening yang ditemukan penyidik.

”Kami minta PPATK (menelusuri) bagaimana aliran transaksinya,” ungkap dia ketika diwawancarai di Gedung Divhumas Polri kemarin (30/1). Itu penting lantaran Saracen juga bergerak sesuai pesanan.

Pria yang akrab dipanggil Martin itu memang tidak menjelaskan secara terperinci nama-nama dibalik sebelas rekening itu. Yang pasti sumbernya dari penyidikan. ”Menjadi data bagi penyidik untuk mengomunikasikan kepada PPATK,” jelasnya.

Dengan penelusuran yang dilakukan PPATK, Polri bakal memiliki data lebih lengkap soal aliran dana yang keluar masuk rekening tersebut. ”Apakah terkait dengan pemesanan atau terkait kegiatan sehari-hari,” kata dia.

Menurut Martin, PPATK bisa membuka transaksi keuangan Saracen secara terang benderang. ”Siapa yang memberi. Siapa yang menerima. Berapa jumlahnya. Disalurkan kepada siapa. Tentu itu yang akan dianalisis oleh PPATK,” jelas dia.

Disamping penelusuran aliran dana, penyidik juga fokus menggali informasi dari barang bukti berupa data soft copy yang besarannya mencapai 200 gigabyte. ”Itu satu-satu kami buka,” imbuhnya.

Dittipid Siber Bareskrim Polri mengirim surat ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) minta bantuan untuk menelusuri aliran dana

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News