PPPK Dosen dan Tendik PTNB Dinilai Tidak Adil, Doktor Selevel Magister

PPPK Dosen dan Tendik PTNB Dinilai Tidak Adil, Doktor Selevel Magister
PPPK hasil rekrutmen Februari 2019 dari eks PTY UPN Veteran Yogyakarta kembali menggelar aks keprihatinan atas nasib status kepegawaian mereka pada Kamis (9/9). Foto: dokumentasi Forum eks PTY UPN Veteran Yogyakarta

jpnn.com, JAKARTA - Polemik pengangkatan dosen dan tenaga kependidikan (tendik) UPN Veteran Yogyakarta masih berlanjut.

Meski sudah mendapatkan SK pengangkatan sebagai PPPK, banyak di antara mereka yang belum bersedia tanda tangan kontrak, dengan alasan kontraknya tidak sesuai dengan jenjang jabatan yang dimiliki.

Ketua Forum Pegawai Tidak Tetap (PTY) UPN Veteran Dr Arif Rianto mengungkapkan sampai saat ini nasib 165 lebih dosen dan 120 orang tendik masih terkatung-katung selama hampir tujuh tahun.

"Sekarang masuk babak baru kami dikontrak menjadi PPPK tetapi klausul kontrak ini pun bermasalah," kata Arif kepada JPNN.com, Selasa (28/9).

Menurut dosen Teknik Geologi ini status PPPK dosen bermasalah dalam hal masa kerja.

Di dalam kontrak masa kerja dihitung nol tahun. Padahal sebagian besar sudah bekerja lebih dari 20 tahun.

Hal lainnya adalah mengenai pengakuan kompetensi profesional dosen. Dalam kontrak ini kualifikasi doktor tidak diakui. Dosen yang berpendidikan S3 (doktor) hanya dikontrak selevel S2 (magister).

"Kompetensi doktoral kami tidak diakui. Sedihnya ini justru terjadi di lembaga pendidikan tinggi yang mestinya menjunjung tinggi capaian akademik dosen," ujar Arif.

Pengangkatan PPPK dosen dan tendik perguruan tinggi negeri baru (PTNB) dinilai tidak adil karena dosen berijazah doktor disamakan dengan magister