Prabowo Bersilaturahmi dengan Sejumlah Tokoh, Pengamat: Bisa Jadi Pemantik Rekonsiliasi Nasional

Prabowo Bersilaturahmi dengan Sejumlah Tokoh, Pengamat: Bisa Jadi Pemantik Rekonsiliasi Nasional
Prabowo Subianto. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik yang juga Pendiri Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin mengatakan safari politik presiden terpilih Prabowo Subianto dengan melakukan silaturahmi ke sejumlah tokoh lintas partai politik dapat menjadi pemantik rekonsiliasi nasional.

Menurut Kang Ujang, Prabowo yang berinisiatif mendatangi sejumlah tokoh layak diapresiasi termasuk berusaha untuk bertemu dengan tokoh yang berseberangan dengannya, yakni Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Kalau kita bicara rekonsiliasi nasional diawali dan didahului oleh pertemuan Prabowo dan Puan dan kelihatannya juga akan terus berlanjut pada pertemuan Prabowo dan Megawati serta tokoh lainnya seperti Zulhas (Zulkifli Hasan), Luhut (Luhut BInsa r Panjaitan), dan SBY dapat menjadi langkah konsolidasi atau rekonsiliasi nasional," ujar Ujang, Senin (15/4/2024).

Ujang mendorong momentum idulFitri ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi nasional untuk tetap bersatu meskipun masing-masing tokoh berbeda dukungan, pemikiran dan latar belakang.

"Kami inginnya tokoh-tokoh bangsa itu baik-baik, tetapi kan ada latar belakang mereka. Mohon maaf, ya, bermusuhan mereka, berkonflik karena perbedaan dukungan dan perbedaan kepentingan yang tidak bisa ketemu di antara mereka," ucap Kang Ujang.

Lebih lanjut, Kang Ujang mengatakan terpilihnya Prabowo sebagai presiden diharapkan menjadi presiden semua tokoh dan dapat menjadi juru damai atau penengah antar elite yang sedang bermusuhan.

Ujang mencontohkan seperti hubungan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau Megawati dengan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya melihat kalau Jokowi dan Bu Mega agak sulit (bertemu, red). Mungkin butuh waktu yang agak Panjang, tetapi kalau antara Prabowo dan Megawati akan tinggal menunggu waktu. Kita punya pengalaman, ya SBY dan Megawati, mohon maaf tidak akrab sampai sekarang. Tidak harmonis dari 2004 hingga 2024," ucapnya.

Pengamat politik Ujang Komaruddin menilai langkah Prabowo bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh jadi pemantik rekonsialisasi nasional.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News