Prada DP Selalu Menangis Setiap Sidang, Hakim: Sebagai Tentara Jangan Cengeng

Prada DP Selalu Menangis Setiap Sidang, Hakim: Sebagai Tentara Jangan Cengeng
Terdakwa Prada DP terlihat menangis saat di persidangan. Inzet: Foto korban Vera Oktora. Foto: Julheri/ist/SUMEKS.CO/jpg

Sikap cemen terdakwa sangat bertolak belakang dengan gambaran aksinya ketika ingin melenyapkan jasad Vera. Di muka sidang Prada DP selalu menyebutnya dengan ‘cara menghilangkan jejak’.

Di kamar 06 Hotel Sahabat Mulya pada 8 Mei 2019 di Sungai Lilin, Prada DP beraksi memotong tangan kekasihnya itu setelah menjadi mayat.

Upaya memotong tangan kanan mayat Vera berlangsung alot. Gergaji yang digunakan sampai dua kali patah.

Satu gergaji ‘berkarat’ diambil terdakwa dari gudang hotel dan satu gergaji lagi sengaja dibelinya di pasar.

Tak hanya berhenti sampai disitu, setelah gergaji terakhir patah, terdakwa kembali membeli gergaji lagi dan kampak kecil.

Namun kedua alat ini tak jadi digunakan, karena terdakwa lebih memilih membakar mayat Vera.

Untuk melancarkan aksinya, terdakwa bahkan minta nasihat pamannya Dodi, dan bukan kebetulan, Dodi ternyata juga tinggal di Sungai Lilin dan jarak rumahnya sangat dekat dengan Hotel Sahabat Mulya.

BACA JUGA: PS Tira Persikabo vs Bali United: Aksi Unik Suporter Tuan Rumah Curi Perhatian

Prada Deri Permana (DP), terdakwa kasus pembunuhan dan mutilasi pacarnya, Vera Oktora, selalu menangis setiap persidangan digelar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News