Kamis, 22 Agustus 2019 – 09:53 WIB

Prajurit TNI AU Tidak Cukup Hanya Pintar, tapi Kesatria

Minggu, 09 April 2017 – 14:15 WIB
Prajurit TNI AU Tidak Cukup Hanya Pintar, tapi Kesatria - JPNN.COM

Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto mengecek kesiapan pasukan saat peringatan HUT ke-71 TNI AU. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 71, Minggu (9/4), di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

HUT kali ini bertema “Dilandasi Jiwa Satria, Militan, Loyal dan Profesional, TNI AU Bersama Rakyat Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Negara Kesatuan RI”.

Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, peringatan HUT ini harus dijadikan sebagai introspeksi apakah sudah mampu memainkan peran, tugas dan fungsi sebagai penjaga kedaulatan negara di udara.

“Jujur harus kami akui bahwa masih banyak ruang yang bisa diperbaiki agar tugas yang diamanahkan negara kepada TNI AU bisa dijalankan sesuai dengan perundang-undangan,” kata Hadi di Lanud Halim Perdanakusuma, Minggu (9/4).

Berangkat dari tema yang dipilih, Hadi melihatnya dari dua sudut pandang yakni untuk TNI AU sebagai introspeksi dan untuk kesejahteraan rakyat mendukung terwujudnya tujuan pembangunan nasional.

Dia menjelaskan, membangun suatu negara, ekonomi, teknik, pertahanan, tahap pertama dan utamanya adalah membangun jiwa. Dia menegaskan, jiwa prajurit yang menjaga dirgantara bukan hanya pintar. “Tapi,harus dilandasi dengan jiwa kesatria, militan, loyal, dan profesional,” tegas mantan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (Irjen Kemenhan) ini.

Dia menegaskan, pintar tidak dibarengi sifat kesatria, tidak akan bertanggung jawab. Pintar tanpa militansi, akan mudah menyerah. Pintar tidak punya loyalitas akan disetir. Karenanya Hadi menekankan kepada kepada anggota TNI AU agar selalu bertindak dan bersikap sesuai kode etik prajurit TNI yaitu satya marga, sumpah prajurit delapan wajib TNI dan sebelas asas kepemimpinan.

Hadi juga menekankan, keselamatan terbang dan kerja menjadi tolok ukur keberhasilan dalam setiap pengembangan tugas. Hadi minta prajurit selalu menempatkan faktor keselamatan terbang dan kerja sebagai prioritas utama dalam setiap pelakasanaan tugas. “Inilah yang saya maksudkan terkait dengan sudut pandang AU sebagai instrospeksi,” kata mantan Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU ini.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar