Senin, 19 November 2018 – 22:51 WIB

Premanisme di Bandara Soekarno-Hatta jadi Sorotan DPR

Jumat, 14 September 2012 – 01:21 WIB
Premanisme di Bandara Soekarno-Hatta jadi Sorotan DPR - JPNN.COM

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR, Anshori Siregar, mengungkapkan bahwa sudah banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengaku ketakutan saat berurusan di Terminal IV Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten. Bahkan saat kunjungan kerja ke Argentina baru-baru ini, Anshori mendapat laporan dari ratusan pelaut asal Indonesia yang takut pulang karena khawatir bakal dikerjai oknum-oknum di Terminal IV.

Bahkan, lanjut dia, ketakutan yang sama juga diungkapkan ratusan pelaut Indonesia dari Uruguay dan yang para TKI yang bekerja di Arab Saudi. "Siapa sih di sana itu? Ngapain saja? Kalau kita bilang pelayanan bagus, kok bisa ada opini menakutkan seperti itu? Ini perlu kita atasi bersama," kata Anshori saat rapat kerja dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Kamis (13/9), di gedung parlemen, di Jakarta.

Ia lantas mempertanyakan kinerja BNP2TKI pimpinan Jumhur Hidayat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang kerap terjadi di Terminal IV Bandara Soekarno-Hatta itu. Karenanya Anshori berharap Jumhur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke terminal tersebut. “Ini perlu, untuk mendapat gambaran utuh terkait apa yang dikeluhkan oleh para TKI,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Anggota Komisi IX DPR, Rieke Diah Pitaloka, juga mengaku menerima banyak laporan soal indikasi permainan di terminal IV Bandara. Misalnya, ada layanan travel yang terlalu mahal, penukaran mata uang yang dengan kurs yang tak sesuai harga pasar, serta penjualan pulsa telepon seluler kepada para TKI yang baru datang dengan harga mahal.

Bukan itu saja yang dikeluhkan Rieke. "Ada indikasi pelecehan seksual yang terjadi," kata politisi PDI Perjuangan itu.
           
Karenanya Rieke juga mengkritik keputusann BNP2TKI menutup terminal khusus TKI itu dari akses publik dengan alasan mencegah aksi premanisme di bandara. "Harusnya premanismenya yang diberantas, bukan TKI-nya yang malah dijauhkan dari jangkauan publik. Apa penutupan terminal dari akses publik menyelesaikan masalah premanisme?” kata Rieke tak habis pikir.
          
Sedangkan Jumhur dalam kesempatan itu mengaku tak memiliki kemampuan membereskan permasalahan premanisme di Bandara. Jumhur membantah dirinya dan anggota keluarganya terlibat dalam indikasi permainan di terminal tersebut. Namun dia tak menampik bahwa permasalahan tersebut memang masih ada.(boy/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar