Presiden Ajak Ulama Cegah Gejolak Sikapi Perppu Ormas

Presiden Ajak Ulama Cegah Gejolak Sikapi Perppu Ormas
Presiden Jokowi bertemu dari 30 orang ulama dari Sulawesi, di Istana Kemerdekaan, Selasa (18/7) sore. Foto: Setwapres

"Memang butuh penjelasan kepada masyarakat, kepada umat agar tak ada yang salah paham. Karena kemungkinan mereka ada yang protes karena tidak paham," ucapnya.

Sejauh ini, lanjut Thamrin, masyarakat di Sulawesi mendukung penerbitan Perppu yang memudahkan pemerintah untuk membubarkan ormas anti-Pancasila.

"Alhamdulillah di sana tak ada masalah, tidak ada gejolak, yang besar kan di media sosial saja sebenarnya. Kalau masyarakat di lapisan bawah sejauh ini aman-aman saja terkendali," ungkapnya.

Presiden pun menjelaskan kepada para ulama bahwa tujuan diterbitkan Perppu tersebut adalah untuk menyelamatkan negara dari ancaman ormas radikal di masa depan. Sehingga masyarakat tidak perlu merasa takut dan keberatan.

Selain itu, dalam pertemuan juga dibahas masalah pendidikan. Para ulama meminta presiden untuk memperhatikan kondisi pondok pesantren yang ada di Sulawesi.

"Alhamdulilah presiden mau turun langsung ke daerah kami untuk melihat kondisi fisik maupun yang jadi kebutuhan kami di daerah," ujar Thamrin.

Hadir pada pertemuan ini, Ketua MUI Sulawesi Selatan KH Sanusi Baco, H Mashar Kimonto dan H Ahmad Kamal.

Pertemuan Presiden dan para ulama diakhiri dengan salat Magrib berjamaah di Masjid Baiturrahim yang berada di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta.(fat/jpnn)


Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Sekretaris Negara Prarikno, menjamu lebih dari 30 orang ulama dari Sulawesi, di Istana Kemerdekaan,


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News