Presiden Telepon Kapolri, Polisi Bergerak, Puluhan Preman Tanjung Priok tak Berkutik

Presiden Telepon Kapolri, Polisi Bergerak, Puluhan Preman Tanjung Priok tak Berkutik
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Polri merespons cepat perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal pemberantasan preman yang meresahkan masyarakat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun langsung meminta anak buahnya bergerak.

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan bahwa saat ini Polri fokus terhadap praktik pemberantasan premanisme. 

"Jadi, kemarin bapak Presiden di Tanjung Priok sempat mengadakan dialog, dan ternyata ada keresahan yang disampaikan oleh sopir kontainer," ujar Argo kepada wartawan, Jumat (11/6).

Keluhan para sopir kontainer tersebut adalah soal pungutan liar dari preman. Lalu, Presiden langsung menghubungi Kapolri untuk menanggapi keluhan tersebut.

"Kapolri akhirnya memberikan instruksi, memberikan arahan kepada seluruh jajaran di Indonesia untuk melakukan operasi terhadap premanisme," kata dia.

Argo menambahkan, usai adanya arahan itu, Polda Metro Jaya langsung mengamankan 49 orang yang diduga melakukan pemerasan dan pungli di wilayah Tanjung Priok.

"Modus yang dilakukan para preman itu adalah meminta uang tip kepada sopir sebesar Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu," ujar Argo.

Polri sigap terhadap instruksi dari Presiden Jokowi terkait keresahan masyarakat terhadap preman, puluhan orang pun langsung dijaring.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News