Prof Elvis Warsono

Oleh Dahlan Iskan

Prof Elvis Warsono
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Memang makan dan tidur gratis. Namun jam 4 pagi harus bangun untuk mengisi bak air, menyapu, ngepel, mempersiapkan anak-anak di keluarga itu untuk sekolah.

Makan malam pun baru bisa dilakukan hampir tengah malam. Setelah tuan rumah selesai makan malam. Ini keluarga Jawa. Yang sopan-santun harus dijaga. Termasuk waktu untuk makan.

"Dan mereka itu kalau makan malam lama sekali," ceritanya. Mungkin saja makan selama satu jam pun terasa lima jam dalam suasana seperti itu.

Perasaan sebagai pemuda 'termiskin di dunia' itu membuat ia minder di depan wanita. Ia ragu apakah akan bisa menarik di depan wanita.

"Setelah jadi dokter ternyata banyak yang akan menjodohkan," ujar Budi.

Namun jodoh itu datang sendiri. Suatu malam datanglah pasien ke tempat praktiknya. Seorang gadis.

Budi langsung jatuh cinta. Langsung menyatakan ingin menikahinya.

"Eh, justru dia yang minder," ujar Budi mengenang. "Dia bilang kenapa saya mau menikah dengan gadis dari keluarga miskin," ujar Budi mengenang.

Ia dokter favorit. Gayanya santai. Banyak humornya. Tidak pernah menakut-nakuti orang sakit.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News