Selasa, 26 Maret 2019 – 15:19 WIB

PSK Ungkap Penghasilan Harian dan Rincian Tarif

Rabu, 26 Desember 2018 – 08:43 WIB
PSK Ungkap Penghasilan Harian dan Rincian Tarif - JPNN.COM

jpnn.com, TARAKAN - Lokalisasi Sungai Bengawan dan Karang Agas di Kota Tarakan akan ditutup pada 28 Desember ini. Salah satu PSK yang berhasil ditemui Radar Tarakan (Jawa Pos Group), sebut saja Melati, tengah menunggu pelanggan, Kamis malam pekan lalu.

Ia pun menerima pewarta dan bersedia berkeluh kesah mengenai rencana penutupan. Wanita yang baru empat bulan tinggal di Tarakan ini mengaku pasrah akan keputusan tersebut. “Ya kalau mau ditutup kami sih pasrah saja, mau bagaimana lagi kan,” ujarnya.

Namun, dirinya berharap rencana tersebut tidak hanya semata meminta mereka berhenti bekerja. Lebih dari itu, memberi pendampingan serta kompensasi. Alasan ekonomi membuat mereka terjun ke lembah hitam, kata Melati.

“Kami terpaksa kerja begini karena sudah tidak ada pilihan lain lagi, apalagi saya punya anak yang harus saya dibiayai sekolahnya. Suami saya pergi begitu saja, saya kan enggak mungkin minta sama orang tua,” bebernya.

Dalam semalam Melati mengaku bisa mengantongi Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Tergantung banyaknya pengunjung. Sebelumnya, wanita asal Jawa Timur ini merupakan buruh pabrik rokok yang penghasilan per harinya Rp 30 Ribu hingga Rp 50 ribu.

“Saya ke Tarakan ini karena diajak teman, ditawari ada kerja begini ya saya tidak ada pilihan lain. Tahu sendiri kan biaya hidup saat ini seperti apa, cari kerjaan juga susah,” keluhnya.

Derai air mata lantas tak terbendung. Melati lantas mengingat kedua putranya. “Saya tuh sebenarnya enggak mau kerja begini, menghidupi anak dari hasil ini tuh saya enggak mau. Tapi mau bagaimana lagi. Penginnya saya pulang, begini juga saya masih ngumpulin uang untuk buka usaha nanti di kampung biar enggak kerja gini lagi,” ungkapnya lirih.

Untuk tarif satu kali kencan, Melati mematok harga Rp 200 Ribu hingga Rp 300 ribu. Sewa kamar Rp 30 ribu, dan sebagai teman minum Rp 100 ribu. Dalam setiap bulannya, Melati mengirim kepada anaknya sekitar Rp 3 juta untuk keperluan sekolah, dan kehidupan hari-hari keluarganya di kampung. “Mereka tahunya saya kerja sebagai asisten rumah tangga di sini,” sebutnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar