Puan Maharani Dalam Konstestasi Pilpres 2024
Oleh: H. Adlan Daie, Wakil Sekretaris NU Jawa Barat (2010-2021)

Memang capaian karier politik Puan sulit dipisahkan dari nama besar kakeknya, Soekarno dan bundanya, Megawati Soekarnoputri.
Itulah takdir politik Puan yang tak dapat dihindarkan.
Akan tetapi di sisi lain justru karena berproses dalam lingkungan keluarga politik itu pula Puan lahir, tumbuh dan besar dapat menyaksikan peristiwa politik dari dekat hingga membentuk gestur dan ketangguhan daya juang politiknya.
Mengasah minat dan ketekunannya berjuang di jalan politik secara berjenjang dan tidak instan.
Oleh karena itu, ari berbagai sudut pandang dan perspektif politik baik rekam jejak, pengalaman dan kompetensi politiik di level infrastruktur maupun suprastruktur politik serta garis ideologi partai Pilpres 2024 adalah momentum yang tepat bagi PDI Perjuangan untuk mengusung Puan sebagai calon Presiden.
Dengan kata lain inilah saatnya Puan tampil dalam kontestasi Pilpres 2024 mewakili representasi politik kebangsaan PDI Perjuangan.
Basis representasi politik Puan yang kokoh di akar rumput dan daya topang infrastruktur politik PDI Perjuangan yang mengusungnya perlahan, tetapi pasti akan menjawab ‘keraguan’ lembaga survei yang selalu menempatkan Puan di posisi tidak "marketable" secara elektoral.
Tren survei tidak bersifat statis melainkan dinamis tergantung kerja kerja politik partai dan cimestry dengan mitra koalisi partainya.
Kontestasi Pilpres 2024 adalah momentum yang tepat bagi Puan Maharani untuk diusung menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan.
- May Day 2025, Puan Maharani Bicara Perjuangan Menyejahterakan Buruh
- Tim Hukum Hasto Bawa Bukti Dugaan Pelanggaran Penyidik KPK ke Dewas
- Rempang Eco City Tak Masuk Daftar PSN Era Prabowo, Rieke Girang
- Politikus PDIP Apresiasi Ide Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bermasalah ke Barak
- 5 Berita Terpopuler: Kapan Pengisian DRH NIP PPPK? Simak Penjelasan Kepala BKN, Alhamdulillah Perjuangan Tak Sia-sia
- Rayakan 70th KAA, Usman Hamid And The Blackstones Bawakan Album Baru Kritik Sosial