Puasa, Mucikari Dagang Sembako

Puasa, Mucikari Dagang Sembako
Puasa, Mucikari Dagang Sembako
AMBON-Untuk menutupi pengeluaran salama bulan Ramadhan, para mucikari di lokalisasi Tanjung Batu Merah beralih profesi dari usaha hiburan ke penjual sembako. Usaha yang dilakukan sebagai sampingan ini dijalani pemilik tempat hiburan untuk menambah penghasilan sampingan selama usaha prostistusi itu dilarang beroperasi.

 

Selain itu, kebiasaan mudik Ramadhan para pekerja malam juga menjadi faktor pendorong para pemilik usaha untuk mencari usaha alternative, termasuk membuka kios dan warung-warung rokok sekitar lokasi tanjung.

Menurut penanggung jawab Lokalisasi Tanjung Batu Merah, Hji. Edi Wally, kondisi tersebut sering dilakukan para pemilik usaha hiburan malam sejak Ramadhan sebelumnya. Alih profesi sebagai penjual rokok atau sembako ini dilakukan bersama para karyawan yang memilih tetap di Ambon.

“Kadang karyawan yang memilih menetap akibat terbentur masalah keuangan. Namun selama di sini mereka tetap dibiayai para mucikarinya, termasuk kebutuhan makan dan tinggal mereka. Nah, antisipasinya dengan cara bersama-sama membuka usaha sempingan diluar boking-memboking,” jelas Edi ketika ditemui wartawan JPNN, Kamis (27/8) lalu.

Salah satu pemilik usaha malam yang enggan menyebutkan namanya membenarkan kalau usaha sampingan sering digeluti para mucikari, biasanya tidak jauh dari berdagang.“Kalau tidak sembako ya kios-kios rokok,” katanya singkat.Menurutnya, usaha tersebut biasanya dibangun bersama komitmen para karyawannya. Baik modal dan hasil dibagi rata antara pemilik modal. Apalagi usaha tersebut sering dilakukan setiap tahun, sehingga tidak sulit untuk berkerjasama kembali.

AMBON-Untuk menutupi pengeluaran salama bulan Ramadhan, para mucikari di lokalisasi Tanjung Batu Merah beralih profesi dari usaha hiburan ke penjual

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News