Pulang Sekolah Lebih Awal, Tiga Pelajar Temui Ajal

Pulang Sekolah Lebih Awal, Tiga Pelajar Temui Ajal
Ilustrasi: Radar Solo

Ironisnya, lambaian tangan itu dianggap sebagai guyonan oleh sejawat mereka. Gelak tawa anak-anak lain pun berubah menjadi kepanikan. Itu setelah mereka menyadari tiga teman yang tenggelam tak segera muncul ke permukaan.

”Seketika itu sebagian anak berlari minta pertolongan ke warga. Sisanya berusaha mencari tiga anak itu dengan berteriak memanggil-manggil nama me-reka. Namun tetap tak ada jawaban,” jelasnya.

Tak lama berselang, warga dan guru datang ke lokasi. Beberapa warga segera menyelam untuk mencari korban. Tubuh ketiga korban ditemukan setelah sekitar 30 menit pencarian. Korban ditemukan dalam kondisi tak ber nyawa di dasar telaga.

”Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tepus dan  Rumah Sakit Pelita Husada. Setelah dilakukan pemeriksaan, jasad mereka diserahkan ke pihak keluarga,” kata Yulianto.

Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, Yulianto meminta pemerintah memasang tanda atau rambu peringatan larangan berenang di telaga. Rambu dipasang di tempat strategis yang mudah terbaca oleh siapa pun yang ber-main di telaga sedalam sekitar empat meter itu.

Kades Sumberwungu, Tukinah mengatakan, telaga itu memang sengaja dibangun untuk kepentingan masyarakat. Khususnya, sebagai penampung cadangan air saat musim kemarau.

”Belum lama ini dikeruk. Tapi, karena intensitas hujan tinggi debit air telaga meluap,” katanya.

Untuk menghindari terulangnya peristiwa nahas yang me-nimpa tiga siswa tersebut, pe-merintah desa setempat memasang papan petunjuk tanda bahaya. Tukinah berharap agar siapa pun yang berkunjung ke telaga mematuhi peringatan tersebut.(gun/yog/ong/jpg)


GUNUNGKIDUL – Ajal menjemput tiga pelajar SMPN 3 Tepus, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ketiga pelajar bernama Aji Saputro (14)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News