Pusat Genjot Sarana Pendidikan di Perbatasan

Pusat Genjot Sarana Pendidikan di Perbatasan
Pusat Genjot Sarana Pendidikan di Perbatasan
JAKARTA—Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) segera melakukan percepatan pembangunan pendidikan di wilayah perbatasan di Kalimantan. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh memaparkan, wacana percepatan pembangunan pendidikan di perbatasan ini merupakan hasil dari pertemuan dengan empat gubernur wilayah Kalimantan.

“Dalam hal ini, pemerintah akan memfokuskan pada penuntasan wajib belajar sembilan tahun. Sehingga ke depannya, tingginya jumlah angka anak putus sekolah di wilayah perbatasan bisa ditekan dan semua anak di perbatasan bisa memperoleh pendidikan yang layak,” ungkap Nuh di Gedung Kemdiknas, Senin (1/8).

Daerah perbatasan di Kalimantan yang akan menjadi fokus perhatian percepatan pembangunan pendidikan yaitu Provinsi Kalimantan Barat meliputi Kabupaten Kapuas Hulu,  Kabupaten Sintang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas. Kemudian Provinsi Kalimantan Timur meliputi Kabupaten Nunukan, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten dan Malinau.

Mendiknas mengatakan, bentuk intervensi kebijakan pemerintah adalah berupa pembangunan SD-SMP berasrama yang terintegrasi pengelolaannya. Untuk sekolah di tingkat kecamatan, lanjut Nuh,  pada jenjang SD kelas 4-6  dan SMP kelas 7-9 akan berada di satu atap asrama dengan fasilitas olahraga, kebun sekolah, asrama siswa, dan perumahan guru.

JAKARTA—Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) segera melakukan percepatan pembangunan pendidikan di wilayah perbatasan di Kalimantan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News