Pusat Rehabilitasi Pencandu Narkoba Masih Minim

Pusat Rehabilitasi Pencandu Narkoba Masih Minim
Pusat Rehabilitasi Pencandu Narkoba Masih Minim
JAKARTA- Jumlah pusat rehabilitasi bagi pencandu narkotika, psikotoprika, obat-obatan terlarang, dan zat adiktif di Indonesia belum mencukupi. Hingga saat ini tercatat baru ada 120 pusat rehabilitasi, sedangkan perkiraan jumlah pencandunya mencapai 3,6 juta orang.

Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional Sumirat Dwiyanto mengatakan jumlah panti rehabilitasi narkoba di Indonesia belum mampu menampung semua pencandu narkoba di Indonesia. Selain jumlahnya sedikit, daya tampung rata-rata panti rehabilitasi ternyata juga terbatas, sekitar 25-50 orang.

Sementara itu jumlah pencandunya tiap tahun naik 23 persen. “Jumlah pencandu narkoba sekarang sekitar 3,2 juta sampai 3,6 juta orang. Setiap tahun terus meningkat. Sementara jumlah pusat rehabilitasi yang terdata baru sekitar 120 tempat,” kata Sumirat di sela-sela simposium tentang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba di Jakarta, Selasa (20/10).

Selain masih banyak masyarakat yang belum tahu lokasi pusat-pusat rehabilitasi, keengganan dan kesadaran mereka untuk mau sembuh atau terbebas narkoba juga masih rendah. Bahkan, jarang pencandu yang sukarela datang sendiri ke pusat rehabilitasi.

JAKARTA- Jumlah pusat rehabilitasi bagi pencandu narkotika, psikotoprika, obat-obatan terlarang, dan zat adiktif di Indonesia belum mencukupi. Hingga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News