Rajapaksa

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Rajapaksa
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa (kanan) dan saudara laki-lakinya, mantan presiden Mahinda Rajapaksa (kiri). Foto: ANTARA/REUTERS/DINUKA LIYANAWATTE/TM

jpnn.com - People power akhirnya menumbangkan rezim yang tidak kompeten mengurus negara. 

Sri Lanka menjadi contoh mutakhir bagaimana sebuah rezim yang keropos oleh korupsi, kolusi, dan nepotisme akhirnya ambruk oleh amuk massa yang menjelma menjadi people power yang gelombangnya tidak bisa lagi ditahan. 

Politik dinasti keluarga Rajapaksa akhirnya ambyar dipaksa mundur oleh kekuatan rakyat.

Ribuan rakyat mengepung dan menjarah rumah Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa, Sabtu  (9/7).

Ribuan orang menduduki rumah, menjarah ruang tidur dan ruang dapur, serta mencebur dan  berenang di  kolam renang. 

Krisis ekonomi dan politik di Sri Lanka mencapai puncaknya, dan memaksa Presiden Rajapaksa mengundurkan diri. 

Dalam sebuah pengumuman resmi, Rajapaksa menyatakan akan menyerahkan kekuasaan pada 13/7 untuk menenangkan rakyat yang sudah telanjur marah.

Keluarga Rajapaksa menjadi klan politik yang menjadi dinasti yang paling berkuasa di Sri Lanka. 

People power menumbangkan rezim yang tidak kompeten mengurus negara. Politik dinasti keluarga Rajapaksa akhirnya ambyar dipaksa mundur oleh kekuatan rakyat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News