Ramai-ramai Makan Butiran Hujan Es

Ramai-ramai Makan Butiran Hujan Es
Ramai-ramai Makan Butiran Hujan Es
Terpisah,  petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dramaga,  Djabariah mengatakan, fenomena hujan es terjadi melalui proses hail dan riming, yaitu terjadinya kenaikan molekul air dari tanah ke udara dalam waktu cepat. “Kenaikan uap air secara cepat itu yang menimbulkan awan konduktif,” ujar petugas prakiraan cuaca Stasiun Klimatologi Dramaga, Djabariah.

Menurut Djabariah, titik pembekuan (freezing) tersebut bisa mencapai temperatur -40 hingga -55 derajat Celcius. Kenaikan uap air juga terjadi dengan kecepatan mencapai 40 km per jam. “Sementara pada proses riming, uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Pada proses ini, bentukan es bervariasi. Bisa kecil-kecil hingga mencapai sebesar kuku tangan. Namun tetap berpotensi mengganggu,” jelasnya.

Kendati demikian, Djabariah sendiri menambahkan bahwa cuaca ekstrem seperti ini dapat dikenali secara kasatmata atau dirasakan. “Biasanya bila akan terjadi cuaca ekstrem seperti ini, dimulai dengan panas terik di siang hari dan berubah secara drastis. Cuaca gelap dan pembentukan awan hujan cepat terbentuk,” tambahnya. (cr7/yan/sdk)

BOGOR- Selain puting beliung, hujan es juga melanda Bogor, kemarin. Sekitar pukul 15:00 WIB, hujan deras disertai petir dan angin kencang membuat


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News