Ramai-Ramai Rilis Film di Hari Kemenangan

Ramai-Ramai Rilis Film di Hari Kemenangan
Suasana Nonton Bareng Film layar lebar berjudul Dilan yang digelar kaum muda yang tergabung dalam Posko Kebinekaan di salah satu bioskop di Kota Palembang. Foto: Istimewa

Dari lini komedi, Insya Allah Sah 2 siap menghibur. Film karya Anggy Umbara dan Bounty Umbara itu menampilkan sosok Raka (Pandji Pragiwaksono) yang polos, religius, dan kocak. Di film kedua, Raka menghadapi persoalan yang sama: seseorang yang bernazar untuk menjadi lebih baik dan hendak menikah. Yakni, pasangan Gani (Donny Alamsyah) dan Mutia (Luna Maya).

Raditya Dika pun tak mau kalah. Komika dan sutradara itu merilis film Target. Selebriti, memerankan diri mereka sendiri, berkumpul bersama, dan menjadi target sasaran pembunuhan. Sementara itu, rumah produksi Raffi Ahmad, RA Pictures, meluncurkan Dimsum Martabak. Pedangdut Ayu Ting Ting dan Boy William dipasang sebagai pemeran utama.

Tiga film komedi itu melakukan segala cara agar laris. Di samping mempertahankan formula komedi dan religi, Insya Allah Sah 2 mendapat sentuhan action dan drama. ”Empat unsur genre dalam satu film. Itu formula yang saya yakin bisa membuat film ini bisa dinikmati kalangan yang lebih luas,” kata produser Manoj Punjabi percaya diri.

Raditya Dika memasukkan thriller dalam Target. Dia rupanya becermin pada kesuksesan karya sebelumnya, Hangout (2016). Bergenre komedi thriller, film itu ditonton 2.620.644 orang. Radit ingin mengulang kesuksesan. ”Lucunya dapat dari komedi, serunya dapat dari kisah thriller yang mengancam nyawa para tokoh,” ujar Radit. Lantas, Dimsum Martabak kental dengan nuansa drama.

Walaupun bersaing di bioskop, sejatinya lima film tersebut punya target sendiri-sendiri. Yang remaja dimanjakan dengan thriller dan action. Yang dewasa bisa menikmati kisah religi atau drama. ”Penonton jadi punya banyak pilihan ketika datang ke bioskop. Itu juga menunjukkan film Indonesia sangat berkembang dari segi genre,” ujar Manoj. (len/c6/na)


Selama libur Lebaran, kota-kota kecil yang menjadi basis penonton film lokal menjadi ramai. Hal itu menjadi peluang bagi industri film untuk mendulang penonton


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News