Kamis, 20 Juni 2019 – 20:32 WIB

Ratusan Unggas Mati Mendadak

Sabtu, 23 Februari 2013 – 11:36 WIB
Ratusan Unggas Mati Mendadak - JPNN.COM

PAGARALAM - Ratusan bebek, itik, dan ayam milik warga Desa Benua Raja, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, mati mendadak.  Kejadian ini sudah terjadi sejak sebulan terakhir.

Diduga bebek dan itik tersebut terserang virus flu burung H5N1. Pasalnya, sebelum mati, itik dan bebek warga tersebut mengalami kebutaan. Bahkan tidak lama setelah itu, itik dan bebek mati dengan leher melilit. Warga pun mulai khawatir.

Informasi yang dihimpun koran ini, warga Desa Benua Raja belum mengetahui penyebab matinya itik dan bebek tersebut. Warga masih mengonsumsi itik dan bebek yang diduga telah terkena flu burung tersebut.

Wira (43), warga setempat  mengatakan,  semua itik, bebek, dan ayam yang dipeliharanya mati mendadak. “Memang bebek dan itik sebelum mati mengalami kebutaan. Namun  tidak lama setelah itu, bebek dan itik ini mulai lumpuh dan lehernya juga melilit kemudian mati,” ujarnya pada wartawan, Jumat (22/2).

Sedangkan untuk unggas jenis ayam, sebelum mati tidak menunjukkan gejala sakit. Bahkan, ada ayam miliknya yang mati saat sedang makan. “Sudah ratusan hewan unggas peliharaan kami mati mendadak,” ujarnya yang  terpaksa memotong itik dan bebek yang mengalami kebutaan untuk dikonsumsi.

Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Pagaralam, Fitermansyah, melalui  drh  Anhar mengatakan, jika dilihat dari ciri-cirinya yaitu leher melilit, diduga bebek dan itik warga Desa Benua Raja tersebut terserang flu burung.  Namun untuk memastikannya, harus dilakukan uji sempel.

“Selama ini, hanya unggas jenis ayam yang bisa terserang flu burung. Namun saat ini, unggas jenis bebek dan itik sudah terkena virus H5N1 tersebut. Ciri-cirinya sama seperti yang terjadi di Desa Benua Raja tersebut,” jelasnya.(ald/sms/ce4)
SHARES
TAGS   flu burung
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar