Rawat Pasien Ebola Pertama Teridentifikasi di Inggris

Rawat Pasien Ebola Pertama Teridentifikasi di Inggris
Rawat Pasien Ebola Pertama Teridentifikasi di Inggris

LONDON - Untuk kali pertama, Inggris merawat pasien yang terdiagnosis mengidap virus mematikan ebola di dalam negeri. Sebelumnya, perempuan yang tercatat sebagai sukarelawan medis itu bertugas di Sierra Leone. Dia tiba di Inggris Minggu malam (28/12) dan mulai mengeluh sakit Senin pagi (29/12).

 

"Kondisi pasien cukup stabil," kata seorang pejabat pemerintah yang tidak mau menyebutkan namanya. Kemarin (30/12) pasien tersebut tiba di Royal Free Hospital yang terletak di kawasan utara Kota London. Dia tiba dengan pesawat militer dan langsung menuju tenda karantina yang sudah disediakan. Sebelumnya, dia menjalani perawatan isolasi di sebuah rumah sakit di Kota Glasgow, Skotlandia.

 

Konon, pasien yang identitasnya masih dirahasiakan itu baru mengalami gejala awal ebola. Selama berada di Sierra Leone, salah seorang aktivis Save the Children itu memang merawat pasien-pasien ebola. Kuat dugaan dia tertular saat berada di negara Afrika Barat tersebut. Tapi, dia baru menunjukkan gejala terjangkit ebola setelah pulang ke Inggris.

 

Direktur Perlindungan Kesehatan pada Public Health England Paul Cosford mengatakan, risiko penularan ebola lewat udara sangat rendah. Kendati demikian, pemerintah Inggris tetap mengidentifikasi warganya yang sempat satu pesawat dengan pasien. Dari Casablanca, pesawat yang mengangkut si pasien transit di Maroko sebelum mendarat di Bandara Internasional Heathrow.

 

LONDON - Untuk kali pertama, Inggris merawat pasien yang terdiagnosis mengidap virus mematikan ebola di dalam negeri. Sebelumnya, perempuan yang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News