Rayhan Farqi Garap Video Musikus Lokal Hingga film Dokumenter
jpnn.com, JAKARTA - Pembuat film asal Bandung, Rayhan Farqi memahami betapa pentingnya kualitas sinematografi untuk mengekspresikan dan mengeksplorasi ide melalui visual serta konten konkret lainnya.
Dia pun mendirikan dua rumah produksi untuk menyokong karya-karya audiovisual dengan fokus berbeda, yaitu Studio Sinema dan Small Space.
Studio Sinema memproduksi layanan lengkap mulai dari storyboard hingga film dengan pendekatan orisinalitas dan kreativitas.
Farqi berkomitmen untuk menghidupkan ide-ide dengan konten sinematik berbasis naratif asli melalui kerja produksi yang dapat diandalkan.
Small Space adalah platform musik yang mewadahi seniman dan musikus untuk merilis karya dengan bahasa visual.
Bersama tim, Farqi bekerja mengembangkan seni multiimensi memadukan melodi, visual, dan bercerita dari berbagai pertunjukan musik live sebagai kreator.
"Saya merasa perlu 'terjun' sekarang karena lanskap media berubah dengan sangat cepat, memberdayakan audiens dengan pilihan-pilihan yang belum pernah ada sebelumnya," kara Farqi pada awak media, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, hanya beberapa film maker yang telah menemukan cara untuk berbicara 'bahasa' yang berkembang dari generasi ini tanpa memudar menjadi white noise.
Film maker asal Bandung, Rayhan Farqi garap video musikus lokal hingga film dokumenter. Siap go international
- Perjalanan Karier G-Dragon Bakal Diangkat ke Film Dokumenter
- Film Dokumenter Besutan CPI Soroti Tantangan Transisi Energi Nasional
- Ekspedisi Cicatih Elpala Berakhir di Pelabuhan Ratu, Tempuh Sungai 20 Kilometer
- Legislator Dorong Penanganan Polemik Nobar Film di Ternate Mengedepankan Dialog
- Serial dan Film Konser 'The Eras Tour' Tandai Akhiri Tur Dunia Taylor Swift
- Kisah Febri Ramdani dan Perjuangan 300 Hari Mengeluarkan Ibunya dari Wilayah Kekuasaan ISIS
JPNN.com




