Reaksi Keras Partai Demokrat Menanggapi Manuver Komunitas Jok-Pro 2024

Reaksi Keras Partai Demokrat Menanggapi Manuver Komunitas Jok-Pro 2024
Jajaran Komunitas Jokowi-Prabowo atau Jok-Pro 2024 melakukan sesi foto setelah pemotongan tumpeng, Sabtu (19/6). Foto: Dedi Sofian/JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Partai Demokrat (PD) menanggapi munculnya Komunitas Jokowi-Prabowo atau Jok-Pro 2024, yang mendukung wacana masa jabatan tiga periode.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, Indonesia bukan hanya Jokowi dan Prabowo.

"Seakan-akan tanpa Jokowi dan Prabowo, Indonesia tidak akan bisa maju dan menjadi lebih baik," kata Herzaky dalam keterangan tertulisnya yang diterima JPNN.com, Minggu (20/6).

Herzaky menyebutkan, sejak 2014 kontestasi dua tokoh tersebut telah membelah masyarakat dan memunculkan polarisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

"Kalau kemudian kita menyerahkan nasib Indonesia kembali kepada keduanya, seakan-akan Indonesia ini berhenti bergerak dan tidak ada kemajuan sejak 2014," sambungnya.

Padahal, lanjut Herzaky, sudah bermunculan calon pemimpin terbaik di seluruh Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. 

"Ada Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, dari deretan kepala daerah yang berprestasi. Kemudian Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, Puan, dan Ketua Umum kami, Mas Agus Harimurti Yudhoyono, dari deretan pemimpin partai politik," jelas Herzaky. 

Alumnus Universitas Indonesia itu menyebutkan Presiden Joko Widodo telah mendapatkan kesempatan selama dua periode sesuai dengan amanah konstitusi.

Politikus Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menanggapi munculnya Komunitas Jokowi-Prabowo untuk Pilpres 2024 atau Jok-Pro 2024.