Kamis, 20 Juni 2019 – 06:56 WIB

Real Count Pilpres 2019 Kubu Jokowi: Ada Angka Beda Jauh dengan Data BPN

Kamis, 25 April 2019 – 16:49 WIB
Real Count Pilpres 2019 Kubu Jokowi: Ada Angka Beda Jauh dengan Data BPN - JPNN.COM

Lukman Edy. Foto: dok/JPNN.com

Bagaimana suara di Babel, Bali, dan Jogjakarta? Menurut Lukman, Jokowi-Ma’ruf menang telak di Babel dengan perolehan suara 64,14 persen, sedangkan paslon 02 meraup 35,86 persen. Di Jogjakarta, menurut real count TKN, dari 1.530.048 atau 56,76 persen suara sah yang sudah dihitung, 69,97 persen memilih paslon 01, sedangkan 30,03 persen lainnya mencoblos paslon 02.

Angka itu paralel dengan hasil real count KPU. Yakni, hingga kini, dari 836.378 suara yang sudah masuk, 70,68 persen mendukung 01 dan 29,32 persen mendukung 02. Sementara di Bali, paslon 01 menang dengan raihan 91,13 persen, sedangkan paslon 02 hanya mendulang 8,87 persen suara.

BACA JUGA: Pertama Kali, Gerindra Bakal Meraih Kursi Pimpinan Dewan

Di pihak lain, paslon 02 tidak ambil pusing dengan perolehan suara sementara yang dirilis TKN. Cawapres Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya memiliki mekanisme real count sendiri. Cawapres pendamping Prabowo Subianto itu tidak memastikan lokasi real count yang digelar BPN. Sandiaga hanya menegaskan bahwa real count 02 selama ini mengandalkan aplikasi.

”Memang tidak terkonsolidasi dan kalau kita (02, Red) menjaganya melalui aplikasi Ayo Jaga TPS,” kata Sandi –sapaan Sandiaga– di media center pasangan Prabowo-Sandi kemarin.

Direktur Relawan BPN Ferry Mursyidan Baldan menambahkan, peran relawan-relawan 02 dinilai penting dalam membantu proses rekapitulasi suara. Kelompok masyarakat itu secara mandiri mengumpulkan formulir C1 plano. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya rakyat untuk menjaga Pemilu 2019 agar berlangsung jujur dan adil.

”Pengumpulan C1 adalah bentuk partisipasi yang luar biasa. Emak-emak, anak muda, semuanya ingin memastikan supaya suaranya tidak dibawa lari ataupun dimanipulasi,” katanya.

Ferry menambahkan, tingkat partisipasi masyarakat sangat tinggi dalam mengawal pemilu. Tidak hanya berhenti sampai menggunakan hak suaranya pada hari coblosan 17 April, masyarakat secara sadar juga ingin mengawal jalannya penghitungan suara hingga tuntas.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar