Realisasi Program PEN untuk Koperasi dan UMKM Capai Rp 87,083 Triliun

Realisasi Program PEN untuk Koperasi dan UMKM Capai Rp 87,083 Triliun
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Humas Kemenkop UKM.

jpnn.com, JAKARTA - Program pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk koperasi dan usaha mikro kecil menengah (KUMKM) terus dipercepat. Realisasi anggaran PEN KUMKM juga menunjukkan peningkatan. “Hingga saat ini penyerapan PEN untuk KUMKM telah mencapai Rp 87,083 triliun atau 70,37 persen,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Minggu (13/12).

PEN untuk KUMKM adalah upaya pemerintah untuk membantu koperasi dan UMKM yang terdampak Covid-19. Pemerintah mengalokasikan dana pelaksanaan program PEN untuk KUMKM 2020 Rp 123,46 triliun. Menurut Teten, sebagian besar program ini dilaksanakan oleh perbankan dan lembaga pembiayaan yang langsung mendapat alokasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pertama, penempatan dana di Bank Himbara untuk restukturisasi pinjaman Rp 78,78 triliun. Kedua, belanja imbal jasa penjaminan (IJP) Rp 5 triliun dan penjaminan untuk modal kerja Rp 1 triliun. "Pemerintah juga mengalokasikan dana untuk pembebasan pajak PPh final yang ditanggung pemerintah Rp 2,4 triliun yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP)," ungkapnya.

Ia menambahkan subsidi bunga di luar KUR dan koperasi untuk kredit di lembaga pembiayaan dilaksanakan oleh Kemenkeu Rp 27,197 triliun. Subsidi bunga pinjaman lembaga keuangan Badan Usaha Milik Negara Rp 2,371 triliun dilaksanakan Kementerian BUMN. "Hasil pelaksanaan program ini berdasarkan data OJK (Otoritas Jasa Keuangan) per 7 November 2020 ada 100 perbankan yang melakukan implementasi restrukturisasi kredit dengan nilai outstanding Rp 371,1  triliun untuk 7,5 juta UMKM,” kata Menteri Teten.

Implementasi PEN oleh Kemenkop UKM

Adapun program yang dilaksanakan langsung oleh Kementerian Koperasi dan UMKM senilai Rp 6,718 triliun. Dana tersebut mencakup program subsidi bunga KUR Rp 4,967 triliun. Subsidi non-KUR untuk koperasi melalui BLU Rp 751,7 miliar. "Termasuk juga penempatan dana pada LPDB KUMKM Rp 1 triliun untuk membantu likuiditas koperasi dalam masa pandemi Covid-19,” ungkap Teten. 

Ia menambahkan realisasi subsidi bunga KUR hingga 4 Desember 2020 Rp 2,845 triliun atau 57,29 persen kepada hampir enam juta debitur. “Sangat menggembirakan realisasi penempatan dana oleh LPDB KUMKM dalam mendukung program PEN sebesar Rp 1 triliun telah mencapai 100 persen kepada 63 mitra dengan 101.011 UMKM,” ujarnya.

Sementara, untuk realisasi subsidi non-KUR untuk koperasi melalui BLU per 9 Desember 2020 Rp 10,03 miliar atau 1,33 persen. Menteri Teten menegaskan dalam tahap pelaksanaan semua program ini diawasi atau diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI sejak September 2020. (*/jpnn) 

Yuk, Simak Juga Video ini!

PEN untuk KUMKM adalah upaya pemerintah untuk membantu koperasi dan UMKM yang terdampak Covid-19. Pemerintah mengalokasikan dana pelaksanaan program PEN untuk KUMKM 2020 Rp 123,46 triliun.


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News