Rental Orang di Jepang: Bukan Prostitusi, Banyak Manfaatnya

Rental Orang di Jepang: Bukan Prostitusi, Banyak Manfaatnya
Megumi Furukawa, pendiri jasa rental orang Support One. Foto: Japantimes.co.jp

Profesor bidang sosiologi keluarga di Chuo University Masahiro Yamada mengungkapkan bahwa membangun dan menjaga hubungan di Jepang sangat sulit. Sebab, ada budaya saling memberi dan menerima alias tidak ada yang gratis.

Misalnya, saat menerima hadiah pernikahan dan kado untuk bayi, mereka harus mengirimkan sesuatu sebagai tanda terima kasih. Saat Valentine’s Day, para perempuan memberikan cokelat kepada laki-laki.

Sebagai gantinya, sebulan kemudian atau yang disebut dengan White Day, pria yang menerima wajib memberikan cokelat kepada para gadis. Semua kebaikan ibarat utang yang harus dibayar kembali.

”Kadang lebih mudah membayar saja untuk hal-hal kecil daripada meminta tolong teman,” tagas Yamada. (sha/c10/dos)


Bisnis rental orang kini menjamur di Jepang. Bukan prostitusi, layanan ini memiliki banyak manfaat bagi penggunanya


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News