Kasus Pembunuhan Brigadir J

Reza Sebut Lie Detector Tidak Mendeteksi Kebohongan, Sentil Omongan Kapolri

Reza Sebut Lie Detector Tidak Mendeteksi Kebohongan, Sentil Omongan Kapolri
Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo di sela-sela rekonstruksi pembunuhan Brigadir J, di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8). Kedua tersangka ini juga menjalani tes kebohongan pakai lie detector. Foto : Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menilai tes kebohongan para tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Kuat Ma'ruf, Putri Candrawathi serta Ferdy Sambo Cs tidak efektif.

Reza menyebut pemeriksaan kebohongan menggunakan lie detector itu tidak sejurus dengan omongan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dia bahkan mengatakan cara itu melenceng dari asas saintifik yang sejak awal ditekankan Kapolri bahwa penyidikan harus menggunakan metode scientific crime investigation.

"Tidak efektif, bahkan pseudoscience (ilmu semu, red) saja itu. Kapolri menekankan harus saintifik, toh," kata Reza dikonfirmasi JPNN.com tentang tes kejujuran atau kebohongan para tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

Sarjana psikologi UGM Yogyakarta itu menerangkan walaupun bernama lie detector, alat tersebut sama sekali bukan mendeteksi kebohongan seseorang.

Menurut dia, seseorang berbohong atau tidak bisa diketahui melalui perbandingan antara ucapan dan keadaan nyata. Kalau sebangun maka orang yang diperiksa dinilai jujur.

Sebaliknya, jika kontras antara perkataan dan situasi nyata, maka orang yang diperiksa dianggap berbohong.

"Alat yang disebut sebagai lie detector tidak bekerja dengan mekanisme tersebut," ucap penyandang gelar MCrim dari University of Melbourne Australia itu

Reza Indragiri Amriel menanggapi tes kebohongan Putri Candrawathi, Ferdy Sambo cs pakai lie detector soal pembunuhan Brigadir J. Dia singgung omongan Kapolri.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News