Ribuan Massa Deklarasi Tolak LGBT dan Pekat di Payakumbuh
jpnn.com, PAYAKUMBUH - Ribuan masyarakat dan pelajar di Kota Payakumbuh, Senin (5/11) siang, menggelar deklarasi menolak keberadaan kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
Tidak sekadar menolak LGBT, mereka juga menyatakan menolak segala jenis judi, narkoba, dan minuman keras (miras) di kota ini.
Penolakan terhadap LGBT, judi, narkoba, dan miras ini, tidak hanya ditandai dengan deklarasi "Payakumbuh Menolak Pekat (Penyakit Masyarakat)" yang digelar KNPI dan Pemko Payakumbuh di gelanggang Kubugadang.
Tapi, juga diluapkan puluhan ribu massa dengan membubuhkan tandatangan di atas spanduk. Kemudian, menggelar longmarch dari kawasan Kubugadang ke Labuahbasilang, terus ke kawasan pusat kota dan Simpang Benteng, hingga akhirnya kembali lagi ke Kubugadang.
Dalam longmarch tersebut, massa yang didominasi pelajar SMP, SMA, dan SMK, plus organisasi pemuda, komunitas perempuan dan ormas Islam, mengusung berbagai poster layaknya demonstran di jalanan. Diantara poster yang diusung itu bertuliskan (maaf-red) "Seanjing-anjingnya Anjing Jantan, Tidak Kawin Dengan Anjing Jantan" dan "Percuma Ganteng, Kalau yang Ditaksir Ganteng Juga".
Deklarasi ""Payakumbuh Menolak Pekat yang disertai longmarch ini, kontan saja menarik perhatian masyarakat luas. Termasuk para pengguna jalan yang dilewati dan pengunjung Pasar Payakumbuh. Berbagai krew media cetak dan eloktronik lokal maupun nasional juga meliput peristiwa ini karena baru pertama
di Indonesia, puluhan ribu massa, termasuk pelajar dimobilisasi secara massif, untuk menolak LGBT, judi, narkoba, dan miras.
Ketua KNPI Payakumbuh Muhammad Ghani selaku ketua panitia deklarasi ini mengatakan, deklarasi ini menjadi acuan bagi masyarakat Payakumbuh untuk mendorong legislatif dan eksekutif, dalam memperkuat Perda Pekat.
Ribuan masyarakat dan pelajar di Kota Payakumbuh, Senin (5/11) siang, menggelar deklarasi menolak keberadaan kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender.
- Sengketa Lahan PN Payakumbuh, Ahli Waris Tuntut Ganti Rugi Rp 28 M dari Pemkot
- Naura Hakim Gemetaran Saat Syuting Urang Bunian, Ini Sebabnya
- Dimas Aditya Bahas Cobaan Syuting Urang Bunian di Payakumbuh
- Buronan Kasus Pencabulan di Payakumbuh Ini Ditangkap di Bengkulu
- Ketum PB Mathla’ul Anwar Jazuli: Indonesia Darurat LGBT, Negara Harus Hadir dengan Tindakan Hukum Tegas
- Ketum PB Mathla’ul Anwar Dukung Sikap MUI, Tolak Tegas Perilaku & Kampanye LGBT
JPNN.com




