Ribuan Pemburu Diskon Serbu Mal Sehari Setelah Natal

Ribuan Pemburu Diskon Serbu Mal Sehari Setelah Natal
Pemburu diskon sudah mengantri di depan pertokoan David Jones sejak dini hari. (AAP: Bianca De Marchi)

Gwen Florencia Ali, seorang warga Melbourne asal Indonesia yang memilih bekerja di musim liburan, mengatakan toko-toko lebih banyak membutuhkan tenaga kerja saat Boxing Day dengan bayaran lebih mahal.

Asosiasi Ritel di Australia (ARA) mengatakan pemotongan pajak dan suku bunga yang turun telah gagal menggairahkan nilai belanja, bahkan nilainya menjelang Natal disebut-sebut yang terendah dalam sebelas tahun terakhir.

Daya tarik diskon besar-besaran menjadi alasan kuat seorang warga asal Geelong, Wendy Norris, untuk bangun jam 03:00 pagi dan pergi ke pusat kota Melbourne bersama keluarganya.

External Link: Suasana Boxing Day di Australia

 

"Kita ingin mendapat semua diskon dan juga merasakan pengalamannya," kata Wendy.

"Ibu kami tidak suka kalau kalah cepat," kata James, anak Wendy.

Sementara itu di Sydney, salah satu warga yang sedang mencari pakaian untuk malam tahun baru, mengatakan datang langsung ke toko memberikan kepastian lebih daripada belanja online.

"Belanja online butuh pengiriman, jadi saya belum tentu mendapatakannya sekarang, dan kalau kita datang lebih awal, hampir tak ada kerumunan," katanya.

Ribuan pemburu diskon memenuhi pertokoan di seluruh penjuru di Australia saat Boxing Day, sehari setelah Natal

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News