Selasa, 16 Juli 2019 – 19:12 WIB

Ribuan Warga Penuhi Lokasi Kecelakaan

Minggu, 03 Oktober 2010 – 07:56 WIB
Ribuan Warga Penuhi Lokasi Kecelakaan - JPNN.COM

PEMALANG – Lokasi kecelakaan KA Senja Utama Vs Argo bromo Anggrek, Stasiun Kereta Api Petarukan-Pemalang, terus dipenuhi ribuan warga sejak pukul 06.00 WIB. Mereka merangsek mendekati petugas yang tengah mengevakuasi korban terjepit gerbong.

Hal ini membuat aparat kepolisian kerepotan untuk mengusirnya. Padahal policeline telah dipasang beberapa meter dari lokasi kecelakaan. Namun warga seakan tidak mau kalah, dengan alasan ingin melihatnya secara dekat.

“Susah sekali sih diatur, pengin mati sekalian apa!” gertak petugas dengan marah-marah, setelah warga yang diaturnya kembali lagi mendekati lokasi kecelakaan.

Salah satu warga, Yunita (36), warga Kec/Kab Pemalang kepada Radar mengatakan, ia bersama suaminya datang ke lokasi kejadian, karena merasa iba dengan korban. Apalagi saat melihat pemberitaan salah satu media televisi pada pagi harinya, korban meninggal mencapai puluhan orang.

“Tetangga saya juga banyak yang datang ke sini, penasaran dan merasa iba dengan musibah ini,” tuturnya.

Pantauan Radar Tegal (grup JPNN) di lokasi kejadian, proses evakuasi dua korban selamat yang terjepit gerbong ambruk, dimana satu di antaranya selamat, terus dikerumuni ribuan orang. Bukan hanya dari Kabupaten Pemalang, melainkan juga dari Pekalongan, Batang, dan Tegal.

Oleh warga sekitar digunakan untuk membuat tempat penitipan sepeda motor/parkir. Dengan menggunakan tali rafia dan karcis dadakan, warga memanfaatkan halaman rumahnya untuk tempat parkir.

Selain tempat parkir, ribuan warga juga memarkirkan kendaraan sepeda motornya di sepanjang jalan memasuki Stasiun KA Petarukan. Hal ini membuat akses jalan ke lokasi di Desa Serang Kec Petarukan tersebut penuh sesak dengan kendaraan.

Beberapa aparat kepolisian yang disiagakan di Jalur Pantura, yakni pada akses masuk ke lokasi, tidak mampu menahan keinginan warga untuk melihat kejadian. (cw2)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar